Eks Taman Remaja Urung Dikelola Investor

MEDI/Bengkulu Ekspress  Eks Taman Remaja yang dulu menjadi wisata unggulan masyarakat Bengkulu, saat ini dibiarkan terbengkalai, Minggu (15/4).
MEDI/Bengkulu Ekspress . Eks Taman Remaja yang dulu menjadi wisata unggulan masyarakat Bengkulu, saat ini dibiarkan terbengkalai, Minggu (15/4).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kota Bengkulu menyayangkan tidak adanya kerjasama yang baik antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan Pemerintah Kota Bengkulu terkait pengelolaan eks Taman Remaja. Buktinya, hingga saat ini Pemprov belum juga menyerahkan dokumen kepemilikan eks taman yang beralamat di Lingkat Timur, Kota Bengkulu tersebut.

Jika dibiarkan, maka akan merugikan, karena Pemkot sudah beberapa kali mendapatkan tawaran dari pihak investor untuk mengelola taman tersebut. Hanya saja rencana tersebut urung dilakukan karena status kepemilikannya tidak jelas.

“Kita terkendala surat kepemilikan lahan, maka kita minta ke provinsi untuk segera menyerahkan dokumen itu supaya status lahan itu jelas, sehingga investor bisa kita tarik. Tentu sangat disayangkan kalau eks Taman Remaja itu tidak dikembangkan,” kata Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bengkulu, Drs Riduan MSi, kemarin (15/4/2018).

Dijelaskannya, Pemkot telah merancang master plan eks taman itu dijadikan tempat wisata unggulan dengan nama taman bermain anak dan ruang terbuka hijau. Karena, tempat tersebut merupakan zona kawasan pemukiman padat penduduk.

Untuk mengembangkan rencana tersebut tentu diharapkan adanya campur tangan dari pihak investor, yang bisa melengkapi kebutuhan sesuai dengan peruntukannya, baik di bidang jasa maupun perdagangan.

“Kita tata juga dengan memasang taman lampu sehingga selalu ramai dikunjungi siang atau malam hari, kemudian kita format juga agar kawasan tersebut bisa menjadi ruang terbuka hijau,” ungkapnya.

Jika eks Taman Remaja ini berhasil dikembangkan, maka akan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru karena kawasan tersebut memiliki potensi yang cukup besar, dimana pihak investor bisa menanamkan modalnya hingga miliaran rupiah. Hanya saja rencana baik ini tidak bisa dilakukan selama pemerintah provinsi belum mengalihkan administrasi kepemilikan lahan tersebut ke pemerintah kota. Selama ini pemkot hanya menerima surat keputusan (SK) pengelolaan saja, sehingga tidak bisa berbuat banyak untuk dikembangkan karena wewenang penuh masih dipegang oleh provinsi.

Disamping itu, sejak ditutupnya taman satwa, saat ini kondisinya justru dibiarkan terbengkalai, dan tak jarang tempat tersebut disalahgunakan karena suasana yang sangat sepi.

“Kita akan upayakan itu, karena master plan yang sudah kita buat ini sudah terpadu dengan wisata unggulan menyatu ke Pantai Panjang, yang menjadi target kita demi tercapainya Wonderful Bengkulu,” terang Riduan. (805)