Ekonomi Tumbuh 4,99 Persen

 

"Ekonomi Bengkulu pada 2017 tumbuh 4,99 persen namun jika dibandingkan 2016 terjadi perlambatan sebesar 0.3 persen," ujar Dyah, kemarin (5/2). Beberapa faktor pemicu pertumbuhan ekonomi di Bengkulu disebabkan karena banyaknya event di Bengkulu yang digelar pada tahun lalu, mulai dari Bengkulu Expo, Karnaval Batik, Marathon 10K hingga beberapa event lainnya. Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Bengkulu juga dipicu oleh meningkatnya daya serap APBD yang mencapai 82.14 persen serta diikuti dengan peningkatan harga komoditas kopi robusta, karet dan sawit.
“Ekonomi Bengkulu pada 2017 tumbuh 4,99 persen namun jika dibandingkan 2016 terjadi perlambatan sebesar 0.3 persen,” ujar Dyah, kemarin (5/2). Beberapa faktor pemicu pertumbuhan ekonomi di Bengkulu disebabkan karena banyaknya event di Bengkulu yang digelar pada tahun lalu, mulai dari Bengkulu Expo, Karnaval Batik, Marathon 10K hingga beberapa event lainnya. Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Bengkulu juga dipicu oleh meningkatnya daya serap APBD yang mencapai 82.14 persen serta diikuti dengan peningkatan harga komoditas kopi robusta, karet dan sawit.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bengkulu tahun 2017 tumbuh sebesar 4,99 persen atau atau mengalami perlambatan 0,3 persen dibandingkan tahun 2016 yang tumbuh sebesar 5,29 persen. Perlambatan tersebut dipicu oleh rendahnya kontribusi beberapa sektor kepada Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Bengkulu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kiswardani MA mengatakan, Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu 2017 lalu terjadi perlambatan karena banyak sektor-sektor yang tumbuh tetapi hanya memberikan share yang rendah kepada PDRB di Provinsi Bengkulu. Jadi walaupun beberapa sektor tersebut mengalami pertumbuhan yang cukup siginifikan tetapi kontribusinya kepada PDRB tidak begitu signifikan sehingga pertumbuhan ekonomi Bengkulu terjadi perlambatan.

“Ekonomi Bengkulu pada 2017 tumbuh 4,99 persen namun jika dibandingkan 2016 terjadi perlambatan sebesar 0.3 persen,” ujar Dyah, kemarin (5/2).
Beberapa faktor pemicu pertumbuhan ekonomi di Bengkulu disebabkan karena banyaknya event di Bengkulu yang digelar pada tahun lalu, mulai dari Bengkulu Expo, Karnaval Batik, Marathon 10K hingga beberapa event lainnya. Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Bengkulu juga dipicu oleh meningkatnya daya serap APBD yang mencapai 82.14 persen serta diikuti dengan peningkatan harga komoditas kopi robusta, karet dan sawit.

“Meskipun ekonomi kita sedikit melambat dibanding tahun 2016 lalu, beberapa sumber telah memicu pertumbuhan ekonomi Bengkulu,” jelas Dyah.
Sumber utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu tahun 2017 kepada PDRB adalah perdagangan besar dan eceran sebesar 1,30 persen kemudian disusul pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 0,94 persen diikuti administrasi pemerintahan sebesar 0,47 persen.
Sementara yang terendah adalah jasa keuangan sebesar 0,00 persen.

“Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada 2017 lalu sementara terendah adalah sektor jasa keuangan,” lanjut Dyah.
Sementara dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa lainnya sebesar 10,93 persen dan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,09 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,66 persen.

“Tahun 2017 lalu, lapangan usaha jasa lainnya menyumbang pertumbuhan ekonomi Bengkulu cukup signifikan bahkan menjadi penyumbang terbesar di sisi produksi,” sambung Dyah.Sementara itu, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu, Hj Yuliswani SE.MM mengatakan, meskipun pertumbuhan ekonomi Bengkulu terjadi perlambatan, pihaknya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada tahun 2018 akan mencapai 5.0-5.2 persen. Hal tersebut bisa terjadi mengingat akan adanya peningkatan pendapatan masyarakat yang didukung oleh peningkatan harga komoditas karet dan Crude Palm Oil (CPO).(999)