Ekonomi Digital Tekan Kemiskinan

Rewa Foto
REWA/Bengkulu Ekspress
Narasumber sekaligus CEO Cyber Group, Ir Dedi Yudianto MBA saat menyampaikan materinya dalam Seminar Nasional Membangun Ekonomi Digital di Provinsi Bengkulu melalui E-Business kerakyatan dan Millenials Zaman Now di Hotel Santika Bengkulu, kemarin (4/7).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap perusahaan mampu mendorong ekonomi digital berbasis kerakyatan. Dengan meningkatnya ekonomi digital berbasis kerakyatan, maka akan mampu mensejahterakan rakyat. Plt Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan, salah satu yang perlu didorong saat ini adalah ekonomi digital berbasis kerakyatan.

“Kita ingin dorong ekonomi digital berbasis kerakyatan. Masyarakat kita harus melek digital. Bahkan sampai pada tingkat petani semestinya bisa memanfaatkan teknologi digital untuk peningkatan kesejahteraannya,” kata Rohidin dalam Seminar Nasional Membangun Ekonomi Digital di Provinsi Bengkulu melalui E-Business kerakyatan dan Millenials Zaman Now di Hotel Santika, kemarin (4/7).

Bisnis berbasis digital orientasinya harus kerakyatan. Karena di Bengkulu hampir semua sektor ekonomi dikuasai oleh rakyat, seperti sektor perkebunan sawit dan kopi. Dua komoditas tersebut memberikan kontribusi yang cukup besar untuk Bengkulu tetapi belum mampu dipasarkan secara maksimal melalui Provinsi Bengkulu. “Kami berharap ada pendekatan antara korporasi digital dengan rakyat sehingga mampu meningkatkan pemasaran baik kopi dan sawit,” ujar Rohidin.

Kedua komoditas utama tersebut harus mampu menjadi viral di internet agar semakin dikenal. Karena selama ini kopi Bengkulu banyak dipasarkan melalui Palembang dan Lampung serta sangat jarang langsung dari Bengkulu. “Kami berharap para generasi muda atau Millenials bisa membantu memviralkan produk asli Bengkulu melalui internet agar dikenal hingga ke luar negeri,” jelas Rohidin.

Selain itu, perkebunan sawit rakyat di Bengkulu hampir 60 persen produksinya masih di bawah standar. Pihaknya berharap perkebunan sawit bisa dikelola bersama korporasi dengan pendekatan kerakyatan. Jika itu bisa dilakukan dengan baik, maka pihaknya meyakini hasilnya akan sangat dahsyat. “Butuh peran dari berbagai pihak agar komoditas di Bengkulu semakin dikenal karena kualitasnya,” tukasnya.

Sementara itu, Narasumber sekaligus CEO Cyber Group, Ir Dedi Yudianto MBA  mengatakan, pihaknya mendukung rencana Pemerintah Provinsi Bengkulu, bahkan diakuinya dengan memasarkan kopi dan sawit melalui portal online akan ada banyak investor yang berminat berinvestasi.

“Peluang ekonomi sangat besar di internet, jika kopi dan sawit Bengkulu dikenalkan melalui digital maka akan sangat besar jangkauannya,” jelas Dedi.

Salah satu hal yang bisa dilakukan agar produk dikenal adalah dengan cara membuat viral produk tersebut di dunia maya. Semakin sering mengenalkannya maka akan semakin banyak orang tau produk asli dari Bengkulu. “Ini tugas para generasi Millenials di Bengkulu, meraka bisa membuat meme tentang kopi kemudian disebarkan ke internet, pasti kopi Bengkulu terkenal,” tukasnya.(999)