Ekonomi Bengkulu Turun Hingga 1,58 Persen

Foto IST/ BE – Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal, saat rilis berita resmi BPS Bengkulu, Rabu (5/5).

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Pandemi Covid-19 masih berdampak terhadap kegiatan perekonomian Provinsi Bengkulu pada triwulan I tahun 2021. Pada Triwulan I tahun 2021 pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu turun sebesar 1,58 persen (y-on-y)

“Perekonomian Provinsi Bengkulu triwulan I tahun 2021 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 18,85 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 11,60 triliun,” kata Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal, Rabu (5/5).

Rizal mengatakan, penurunan sebesar 1,58 persen, bila dibandingkan triwulan I tahun 2020 yang tumbuh sebesar 3,65 persen. Dari sisi produksi, penurunan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, yakni sebesar minus 7,88 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, penurunan
tertinggi dicapai pada ekspor barang dan jasa sebesar minus 4,65 persen.

“Namun jika dibandingkan triwulan IV tahun 2020 (q-to-q) ekonomi Provinsi Bengkulu tumbuh sebesar 0,59 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, struktur perekonomian Provinsi Bengkulu triwulan I-2021 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 29,10 persen, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 14,00 persen dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 9,31 persen.

“Dari sisi pengeluaran masih
didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga, yakni sebesar 61,53 persen,” ungkapnya.

Ia menambahkan, secara spasial, hampir seluruh provinsi di Pulau Sumatera mengalami kontraksi pertumbuhan (y-on-y), kecuali provinsi Riau dan provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang masing-masing tumbuh sebesar 0,41 persen dan 0,97 persen. (HBN)