Ekonomi Bengkulu Tumbuh 5,08 Persen

Tertinggi Tiga Se-Sumatera

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Meski perekonomian Provinsi Bengkulu triwulan I-2018 (y-o-y) tumbuh sebesar 5,08 persen atau melambat bila dibandingkan triwulan I-2017 yang tumbuh 5,21 persen, mamun masih menempati posisi tertinggi ketiga di Sumatera.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kuswardani MA mengungkapkan, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa lainnya sebesar 2,29 persen, sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi pada komponen pengeluaran konsumsi LNPRT sebesar 4,31 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Bengkulu masih ditopang oleh sektor lapangan usaha jasa lainnya dan komponen pengeluaran konsumsi LNPRT ” kata Dyah, kemarin (7/5/2018).

Selain itu, struktur perekonomian Provinsi Bengkulu triwulan I-2018 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib.

“Besaran peranan ketiga lapangan usaha yakni pertanian 28,82 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 14,58 persen dan administrasi pemerintahan sebesar 9,95 persen,” lanjut Dyah.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga dan impor barang dan jasa, masing-masing sebesar 63,84 persen dan 58,84 persen. Meskipun pertumbuhan ekonomi masih didominasi dari sisi pengeluaran, Provinsi Bengkulu masih menempati posisi tertinggi ketiga yang mengalami pertumbuhan ekonomi (y-on-y) di Pulau Sumatera. Sedangkan provinsi yang mengalami pertumbuhan ekonomi paling tinggi masih diraih oleh Sumatera Selatan dengan angka pertumbuhan mencapai 5,89 persen.

“Pertumbuhan Bengkulu di triwulan I 2018 ini membuat Bengkulu bertengger di posisi ke 3 tertinggi di Sumatera,” tutur Dyah.

Meskipun ekonomi melambat, keadaan ketenagakerjaan di Provinsi Bengkulu pada periode Februari 2017-Februari 2018 menunjukkan kondisi yang cukup baik. Hal itu tergambar dari menurunnya tingkat pengangguran dan naiknya jumlah penduduk bekerja. “Jumlah pengangguran menurun meskipun jumlah Angkatan kerja mengalami penurunan,” ujar Dyah.

Berdasarkan data BPS, jumlah angkatan kerja pada periode Februari 2017-Februari 2018 mencapai sebanyak 1.033.401 orang. Sementara itu, penduduk bekerja mencapai 1.005.457 orang bertambah sebanyak 898 orang atau naik sebesar 0,09 persen dibandingkan keadaan Februari 2017. Sedangkan jumlah angka pengangguran mencapai 27.944 orang. “Pertambahan penduduk bekerja juga diikuti dengan penurunan jumlah angka pengangguran sebanyak 1.078 orang,” lanjut Dyah.

Menurunnya angka pengangguaran tersebut membuat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Bengkulu pada Februari 2018 mencapai 2,70 persen atau mengalami penurunan dibandingkan Februari 2017 sebesar 0,1 persen poin. “Pada Februari 2018, sebesar 71,62 persen penduduk bekerja pada sektor informal, dan persentase pekerja informal turun 0,21 persen poin dibanding Februari 2017,” jelas Dyah.

Selama periode Februari 2017-Februari 2018, penurunan penduduk bekerja disektor informal tertinggi terjadi di sektor Transportasi dan Pergudangan yang mengalami penurunan sebesar 13,14 persen atau berkurang sebanyak 3.392 orang. Sementara penduduk bekerja yang berpendidikan tamat SD kebawah masih mendominasi penyerapan lapangan kerja sebanyak 436.841 orang atau sebesar 43,45 persen. “Sektor jasa transportasi dan pergudangan mengalami penurunan jumlah penduduk bekerja, sedangkan penduduk bekerja yang tamat SD masih banyak yang bekerja, ” tukas Dyah.

Sementara itu, Pakar Ekonomi, Dr Ahmad Badawi Saluy MM mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Bengkulu mengalami perlambatan sementara jumlah pengangguran mengalami penurunan. Fakta ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang melambat, tidak menciptakan pengangguran besar-besaran.

“Meskipun mengalami perlambatan, namun stabilitas sosial dapat terkendali terbukti dari menurunnya pengangguran,” ujar Ahmad.

Meskipun mengalami penurunan, Ahmad menegaskan bahwa pemerintah tetap memiliki pekerjaan rumah untuk menyiapkan lapangan kerja baru bagi para pekerja di Bengkulu. Karena masih ada 27.944 orang hingga saat ini menganggur. “Meskipun demikian, pemerintah tetap harus berupaya membuka lapangan kerja dengan bekerjasama ke beberapa perusahaan ataupun melakukan pemagangan untuk meningkatkan skill dan keahlian para pencari kerja agar kedepannya semakin berkurangnya pengangguran di Bengkulu, ” tukas Ahmad.(999)