Edison Tetap Usulkan Pelantikan

BENGKULU, BE – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bengkulu terpilih H Edison Simbolon SSos MSi memastikan tetap mengusulkan pelantikannya. Baginya penolakan sejumlah pengurus DPD Demokrat Provinsi Bengkulu tak bisa jadi alasan menunda ataupun menghentikan pelantikan. Ini demi kebaikan partai berlambang mercy itu untuk melakukan konsolidasi internal.

“Kalau waktu pelantikannya belum tahu. Kita masih menuggu dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat. Yang jelas kita tetap mengusulkan dan kita mengharapkan lebih cepat lebih bagus,” kata Edison Simbolon di ruang kerjanya, kemarin.
Adanya penolakan dan upaya tak mengakui hasil Musdalub yang disampaikan Sekretaris DPD Demokrat Ahmad Ismail, menurut Edison itu biasa dalam demokrasi. Ia akan merangkul semua pengurus DPD era kepemimpinan Murman Effendy untuk menggapai tujuan yang lebih besar.

“Yang namanya pemilihan pasti ada pro dan kontra. Tapi itulah namanya demokrasi. Setelah pemilihan, itulah hasil dari suatu demokrasi. Saya tentu dalam hal ini sebagai hasil dari Musdalub yang terpilih menjadi ketua DPD. Saya juga ingin merangkul semua pengurus dan kader-kader partai. Saya tidak pernah berpikr untuk menyingkirkan siapapun. Mereka pun ikut berjasa  dalam membesarkan partai ini,” terangnya.

Terkait tudingan Musdalub di Jakarta beberapa waktu lalu menyalahi AD/ART, ia beralasan itu merupakan kebijakan DPP yang mempertimbangkan ketua yang lama tersandung kasus hukum. Langkah itu, kata dia, tidak keluar dari aturan partai. Jika ketua yang lama dinonaktifkan karena tersandung kasus hukum, maka DPP berwenang melakukan Musdalub tanpa ada usulan dari 2/3 dari jumlah DPC yang ada.

“DPP adalah merupakan hasil dari Kongres yang akan menentukan kebijakan yang tepat. Karena kita kita tahu bahwa di Bengkulu ini ketua DPD-nya tersangkut masalah hukum. Jadi jabatan ketuanya langsung di Plt-kan oleh DPP. Sampai sekarang Plt dijabat oleh ibu Dian A Syahroza selama 10 bulan.

Ia menterjemahkan aturan jika 2/3 pengurus DPC mengusulakan Musdalub itu jika Ketua DPD tidak menjalankan roda kepemimpinannya. Nah, kondisi saat ini berbeda, ketuanya terjerat masalah hukum.”Jadi tolong dibedakan mana yang masalah hukum dan mana yang tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” sampainya.

Untuk itu, ia berharap agar semua pihak yang merasa keberatan dengan Musdalub bisa menerima dengan dada lapang. Ini demi partai semakin berjaya di Provinsi Bengkulu.

Mengenai program ke depan, Edison akan mengunjungi semua DPC se-Provinsi Bengkulu sekaligus meninjau sejauh mana persiapannya menghadapi Pemilu 2014. “Semuanya kita kumpulkan jangan ada lagi kontra dan perpecahan. Karena berdasarkan  informasi yang saya dengar banyak kepengurusan DPC  yang tidak jelas bahkan pengurus PAC pun jug ada yang tidak jelas,” pungkasnya.(400)