Edi Santoso

Pimpinan Cabang Bank Muamalat Indonesia Bengkulu

Pemimpin Harus Jadi Teladan

OLYMPUS DIGITAL CAMERASosok kelahiran Cepu, 23 November 1976 ini mengawali karirnya di Bank Muamalat Indonesia atau yang lebih dikenal Bank Muamalat pada tahun 1999 sejak menamatkan kuliahnya di Politeknik Universitas Indonesia.

Ia mengawali karirnya mulai dari seorang teller di Bank Muamalat Cabang Fatmawati Jakarta. Setelah dua tahun bekerja ia dimutasi di bagian back office bagian keliring. Selang satu tahun kemudian diangkat menjadi seorang personalia. Setelah itu dipercaya menjadi marketing Bank Muamalat Cabang Fatmawati.

Pada tahun 2008 Edi diberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan untuk pimpinan Bank Muamalat. Setelah mengikuti pendidikan selama enam bulan ia kemudian dipercaya sebagai koordinator Marketing Cabang Pangkal Pinang. Tidak lama kemudian Edi kembali dipromosi menjadi Kepala Operasi Bank Muamalat Cabang Pangkal Pinang.

5Selanjutnya tahun 2011 Edi dipercaya sebagai Kepala Cabang Pembantu Tanjung Pandan Belitung. Baru satu tahun sebagai kepala capem, Edi dipercaya sebagai Pimpinan Cabang Bank Muamalat Bengkulu.  “Saya meniti karir dari bawah, hanya CS (custumer service) yang belum saya lewati,” kenang bapak tiga anak ini.

Menurut Edi apa yang dicapainya selama ini adalah berkat kerja keras yang dilakukan serta peran orang tua yang mendidiknya untuk selalu disiplin.  Orang tuanya selalu menanamkan dalam dirinya untuk tidak cepat menyerah.

Selain disiplin yang tinggi yang dipegang sejak kecil, Edi juga adalah orang yang sangat haus akan ilmu pengetahuan, sehingga ia selalu belajar karena zaman akan selalu berubah dan terus meningkat.

Ada tiga hal yang dipahaminya tentang belajar dan perubahan. Pertama jika perubahan lebih besar daripada yang kita pelajari maka kita akan ketinggalan, yang kedua apabila apa yang kita pelajari sama dengan perubahan yang terjadi maka kita akan jalan di tempat, dan yang ketiga jika ingin maju apa yang kita pelajari harus lebih dari perubahan, karena dengan ilmu yang ada dan lebih dari perubahan yang ada kita akan siap untuk menghadapi segala bentuk tantangan dalam perubahan zaman.

3Selain itu ia sejak kecil ia yakin bahwa ia ibarat berlian sehingga ia terus belajar dan bekerja keras untuk membuktikan dirinya adalah berlian. “Berlian itu ditutup dengan apapun pasti akan tetap bersinar. Namun berlian dalam hidup saya akan sirna jika saya sendiri yang menghapusnya. Maka dari itu saya akan terus berusaha agar berlian tersebut tetap bersinar,” tambahnya

Selanjutnya ia menjelaskan dalam bekerja ia tidak pernah mencari jabatan, karena menurutnya jika kita sudah bekerja keras dengan maksiml dengan hasil yang memuaskan maka jabatan akan datang dengan sendirinya. Dan hal tersebut ia buktikan dengan jabatan yang selama ini ia emban berdasarkan tawaran dari pimpinan maupun usulan dari rekan-rekan satu kantornya.

Dia juga berkeyakinan jika menduduki jabatan didukung rekan-rekannya maka dalam membuat kebijakan maka ia pasti akan didukung juga, begitu juga sebaliknya.

Berkat kerja kerasnya tersebut setelah 5 tahun bekerja di Bank Muamalat Cabang Fatmawati Jakarta ia merupakan masuk penilaian 2 karyawan terbaik Bank Muamalat Cabang Fatmawati dan mendapatkan hadiah menunaikan ibadah haji.

Menurut Edi dimulainya karirnya di Jakarta membuat proses pendewasaannya berjalan lancar karena budaya kerja di Jakarta yang sangat keras, kompetitif dan tangguh sehingga selalu menuntutnya dalam setiap pekerjaan.

Selain itu karirnya yang di mulainya dari bawah tersebut membuat ia bijaksana terhadap karyawannya karena ia pernah melewati semuanya, sehingga ia menjadi teladan bagi karyawannya di Bank Muamalat Bengkulu.

 

4Jadi Teladan
Karena menurutnya keteladanan sangatlah penting dalam diri seorang pemimpin. Berbagai pengalaman yang ia lewati di berbagai tempat menambah pengalamannya sehingga ia menganggap berhubungan dengan karyawan sangat menarik. Ia juga selalu membimbing karyawannya agar bisa berlari dalam bekerja. bimbingan yang ia berikan baik dengan bimbingan formal maupun informal.

“Yang selalu ingat pesan dari orang tua adalah jangan pernah korupsi. Berkat pesan itu hidup saya selalu tenang tanpa rasa takut akan kesalahan,” ungkap Edi.

 

Bengkulu Punya Potensi
Menurut Edi Provinsi Bengkulu mempunyai potensi yang luar biasa, namun belum bisa digali dengan maksimal karena menurutnya dibengkulu ini masih banyak yang mengutamakan kepentingan pribadi, dan seperti tidak ada yang peduli. Sementara itu dari segi ekonominya saat ini pertumbuhannya sangat luar biasa.

Logo Bank MuamalatMenurut Edi hal ini ia rasakan sendiri. Jika satu tahun yang lalu Bengkulu hanya macet di Pom bensin saja sedangkan kendaraan di lampu merah masih sedikit, namun sekaran kendaraan yang ada sudah banyak hal ini dilihat dari sudah seringnya macet disetiap lampu merah.

Selain itu jika saat ia pertama di Bengkulu pada awal tahun 2012 pada pukul 18.00 WIB sudah sepi, namun saat ini pukul 22.00 WIB masih banyak yang melakukan aktivitas. “Hal ini menandakan pergerakan ekonomi yang sangat menggeliat,” terang Edi.

Sebagai bentuk partisipasi Bank Muamalat dalam pembangunan ekonomi di Bengkulu. Bank Muamalat akan mengutamakan sektor ritel dan UMKM jika dibandingkan dengan korporasi. Dari jumlah dana yang mereka himpun 90 persennya akan disalurkan lagi.

Bank Muamalat juga akan terus menjalankan program CSR seperti memberikan santunan kepada anak yatim piatu yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Selain itu Bank Muamalat juga akan melaksanakan penanaman pohon.(Ari)