Eddyson Tegaskan Tak Ada Praktik Pungli di Internal Diskop pada Pengurusan BPUM

FOTO IMAN/ BE – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, Eddyson.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu Eddyson mengatakan bagi masyarakat penerima Bantuan Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) untuk mewaspadai oknum-oknum yang melakukan praktik pungutan liar (Pungli) saat proses kepengurusan pencairan bantuan Rp 2,4 juta tersebut. Pasalnya ada kabar berhembus jika ada orang-orang tertentu yang tidak bertanggungjawab menjamin bisa meloloskan sebagai penerima BPUM dengan memberikan sejumlah uang.

“Betul, BPUM ini banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum. Kemarin ada yang melapor ke saya katanya pengurusan diminta Rp 100 ribu. Nah ini kendala masyarakat yang katanya ada yang kenal sama orang dinas, dia punya akses untuk meloloskan dan sebagainya. Hal inilah yang mempengaruhi masyarakat yang tidak mengerti tadi. Saya sudah banyak dengar, ada yang diminta Rp 200, 400 ribu dan macam-macam,” kata Eddyson, Kamis (17/06).

Untuk itu, Eddyson mengimbau agar masyarakat tak mempercayai jenis oknum yang demikian. Kepengurusan pendaftaran penerima BPUM bersih melalui proses seleksi dan sesuai dengan data dokumen pendaftar yang memang layak sebagai penerima bantuan.

“Jangan percaya terhadap orang-orang yang menjanjikan segala macam bisa meloloskan sebagai penerima BPUM. Aturan kita jelas mana yang berhak mana yang tidak. Saya juga menegaskan jika di internal Dinas Koperasi dan UMKM bersih, tidak ada pegawai kami yang melakukan kegiatan semacam itu. Jadi jangan mudah tertipu oleh orang tak bertanggungjawab,” tambah Eddyson.

Diketahui Diskop dan UMKM Kota Bengkulu sudah mengusulkan sebanyak 17 ribu UMKM penerima BPUM yang pendaftarannya masih dibuka hingga September 2021. Untuk kuota penerimaan di Kementerian Koperasi, plafon penerima BPUM se-Indonesia adalah sebanyak 12,8 juta UMKM. Masyarakat diimbau segera melakukan pendaftaran ke Diskop dan UMKM sebelum kuta nasional terpenuhi. (Imn)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*