Edar Upal, Dua Pemuda Ditangkap

upal
SELUMA TIMUR, BE- Dua orang pemuda Kabupaten Seluma, De (17) dan Me (17) ditangkap polisi saat berada di Desa Rawa Sari Kecamatan Seluma Timur, pukul 22.15 WIB Senin (18/8). Keduanya diduga mengedarkan uang palsu pecahan Rp 100 ribu ke warung milik Danis Satria (35) warga Desa Tenangan.
Pelaku membeli rokok Sampoerna Mild seharga Rp 15 ribu, kemudian mendapatkan kembalian Rp 85 ribu. Setelah berhasil membelanjakan. Keduanya berpindah ke warung yang lain. Hanya saja, pemilik warung Danis Satria sudah mengetahui perbedaan kalau uang yang mereka gunakan adalah uang palsu.
Ketika itu korban langsung melaporkan kepada masyarakat di Desa Tenangan. Selain itu, pelaku juga membelanjakan uang palsu tersebut di Desa Rawa Sari. Di sana keduanya berbelanja di warung milik Feri (50) dan membeli rokok Class Mild. Namun belum lagi sempat menerima kembalian dari korban kedua. Kedua tersangka sudah terlebih dahulu dikejar oleh masyarakat di Desa Tenangan dan Desa Rawa Sari.
Karena aksi pelaku belanja menggunakan uang palsu diketahui warga, kemudian masyarakat setempat langsung mengamankan kedua tersangka untuk diserahkan ke pihak yang berwajib. Saat itu, masyarakat menghubungi Polres Seluma. Kemudian anggota Buser Polres Seluma  langsung meluncur ke lokasi kejadian. Dari tangan keduanya, polisi berhasil mengamankan uang sebesar Rp 1,3 juta rupiah. Yang terdiri dari pecahan Rp 100 ribu dan pecahan Rp 50 ribu.
Kapolres Seluma AKBP P Lumban Gaol SIK melalui Kasat Reskrim AKP Lumban Raja dan KBO Reskrim Ipda Samosir membenarkan mengenai penangkapan kedua tersangka tersebut. Sementara itu, untuk pelaku saat ini telah diamankan di Polres Seluma guna mempertangungjawabkannya. “Mereka ini masih anak-anak dan masih kita kembangkan,” singkatnya.
Sementara itu, Ketua  BPD Desa Rawa Sari, Sarwo Edi mengatakan awalnya masyarakat curiga dengan tingkah keduanya. “Kami merasa curiga, karena mereka berbelanja di beberapa warung, kemudian secara bersama-sama langsung mengamankan keduanya,” katanya.
Jika diperhatikan secara jelas, perbedaan sangat terlihat dari uang asli dan uang palsu yang diedarkan oleh keduanya. Pasalnya, kertas yang digunakan sangat tipis, kemudian warnanya kabur. Selain itu benang pengaman di tengahnya tidak terlihat. Diduga kuat upal tersebut merupakan hasil scan uang asli yang dilakukan oleh keduanya.
“Kita juga mengharapkan agar kepolisian bisa menelusuri akan peredaran uang palsu tersebut.” singkatnya. (333)