Dukung Berdirinya Pertashop, Pemkot Bengkulu Bakal Permudah Izin Usaha

FOTO IST – Wawali Dedy Wahyudi saat mengikuti rakor virtual bersama Mendagri dan PT Pertamina, Rabu (09/09) di Balai Kota.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengikuti rakor secara virtual bersama Mendagri dan Dirut Pertamina. Dalam rakor tersebut, Pertamina (persero) bekerjasama dengan Kemendagri meluncurkan program pertashop. Pertashop merupakan semacam SPBU kecil yang dibangun di desa-desa atau kelurahan yang menjual BBM non subsidi, migas dan pelumas dari pertamina.

Dedy mengatakan, Kota Bengkulu juga memerlukan pertashop terutama di daerah pinggiran atau perbatasan seperti di Kecamatan Kampung Melayu dan Selebar. Hal tersebut dikarenakan lokasi kedua kecamatan itu berjarak cukup jauh dari SPBU.

“Seperti Kelurahan Betungan itu kan SPBU-nya jauh. Jadi pertashop ini suatu peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan. Misalnya BUM Kelurahan, atau ada masyarakat setempat yang mau berusaha. Makanya tadi Mendagri memberikan peluang kepada masyarakat. Karena pertashop ini harganya standar dan bisa juga memasukkan produk lokal daerah,” kata Dedy, Rabu (09/09).

Menurutnya, bila ada masyarakat yang ingin membuka usaha dengan membangun pertashop, maka ia akan menjamin untuk mempermudah proses perizinannya dan tidak akan dipersulit oleh Pemerintah Kota Bengkulu. Program pertashop juga dinilai menjadi peluang yang besar untuk usaha masyarakat maupun kelurahan karena selain adanya nilai manfaat yang tinggi, juga ada nilai ekonomis yang menjanjikan.

Sementara Mendagri RI Tito Karnavian dalam rakor itu mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sangat apresiasi dengan ide pembangunan pertashop yang tujuannya untuk mendekatkan layanan yang sangat mendasar bagi masyarakat yakni BBM. Menurut Tito, selama ini daya jangkau atau jaringan SPBU masih sangat jarang yang sampai ke desa-desa sehingga masyarakat harus pergi cukup jauh menuju SPBU. Maka dari itu ide ini menjadi sangat penting untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Kebijakan program ini merupakan kolaborasi kebijakan yang diinisiasi Kemendagri dan PT Pertamina untuk pendekatan dan pemenuhan kebutuhan BBM dari produk pertamina. Selain itu juga melatih dan menumbuh kembangkan kemampuan desa dalam mempercepat tujuan desa membangun.

Tito menegaskan kepada seluruh kepala daerah agar segera melaksanakan SE mendagri tentang percepatan pelaksanan pertashop di desa sebagai inovasi yang membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi di level desa. Apalagi PT Pertamina menargetkan tahun 2020 ini akan membangun 4.308 pertashop di seluruh desa dengan program one village one outlet. (Imn)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*