Dukun Beranak Tersingkir

EKSISTENSI dukun beranak di Kabupaten Seluma saat ini sudah tersingkir. Fungsinya sebagai orang yang membantu proses persalinan sudah terasa di hampir seluruh pelosok desa di Seluma sudah digantikan oleh tenaga medis; bidan. Hal ini setidaknya diungkap pengurus Pokja IV PKK Seluma yang juga pensiunan bidan, Hartati (57).

Menurut Hartati, dari pengalaman dirinya pribadi dan berbagai pertukaran informasi dari tenaga medis seprofesi bidan di masa dia aktif menjadi bidan, peran bidan sudah sangat mendominasi mulai tahun 2000-an. Sebelumnya, masyarakat lebih banyak meminta dukun beranak untuk melakukan tindakan perbantuan proses persalinan. Tapi, kondisi sebelum tahun 2000-an, dominasi dukun terus menurun.
”Sebenarnya, sekarang ini dukun bukan tidak boleh membantu persalinan. Tapi dia menjadi mitra bidan dalam proses memberikan tindakan membantu ibu melahirkan. Bahkan dukun beranak sudah banyak dilatih untuk menjadi mitra bidan,” kata Hartati.

Diungkap Hartati, sebagai gambaran, dirinya selama menjadi bidan sejak tahun 1978 sampai dengan tahun 2011 dia telah membantu seurangnya 300 ibu menjalani persalinan. Tapi, pada tahun 2011 diakhir masa pengabdiannya sebagai PNS, dia membantu sebanyak 60 ibu melahirkan. Sedangkan dimasa pensiunnya ini, di tahun 2012 ini sudah membantu 36 orang ibu melahirkan. ”Awal-awal menjadi bidan, masih sedikit ibu yang minta ditolong karena masyarakat masih lebih percaya dukun. Tapi kemudian, makin lama makin banyak,” katanya. (444)