Duel Sengit Tiga Kandidat

Pilwakot Bengkulu

Adu Strategi Menang Pilwakot

Pemilihan Walikota (Pilwakot) Bengkulu 2018 bakal menguras banyak energi. Tuga kandidat sudah memastikan diri ikut bertempur dalam perebutan kekuasaan ini.
=======================

Pilwakot 2018 ini bakal disuguhi duel sengit tiga kandidat, yang sudah mendapatkan rekomendasi partai. Mereka adalah kandidat yang sedang menduduki jabatan strategis saat ini, yaitu Walikota Helmi Hasan, Wakil walikota Ir Patriana Sosialinda, dan Ketua DPRD Kota, Erna Sari Dewi.

Duel sengit memperebutkan hati rakyat ini, tergantung strategi masing-masing. Seperti diungkapkan Wakil Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Bengkulu, Dempo Xler SIP mengatakan, pihaknya berusaha menjadi yang terbaik dan percaya kepada kinerja parpol serta kader yang akan diusung. Pasangan Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi diyakini pihaknya masih berpeluang untuk kembali menduduki kursi Walikota Bengkulu.

“Citra pak Helmi di masyarakat masih bagus terlebih Helmi masih menjabat sebagai Walikota Bengkulu dan kader terbaik partai PAN,” ujar Dempo kemarin (4/1).

Terlebih lagi, sudah banyak hal positif yang dilakukan Helmi untuk Bengkulu yaitu Pemerataan dan kesejahteraan mulai dari perbaikan sejumlah infrastruktur, perbaikan ekonomi, dan pendidikan. Meskipun selama 5 tahun dibawah kepemimpinan Helmi banyak pekerjaan belum sempat dilaksanakan, tetapi pihaknya yakin Helmi bisa menyelesaikan pembangunan tersebut. Oleh karena itu PAN sudah menyiapkan program strategis untuk memajukan Kota Bengkulu kedepannya. “Selama 5 tahun kedepan kami akan lebih memajukan kota Bengkulu bersama Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi,” sambung Dempo.

Lebih lagi partai pengusung Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi juga cukup kuat seperti Gerindra, Demokrat, dan PKS. Keseluruhan partai tersebut termasuk partai besar dan telah dikenal masyarakat bahkan massa dan simpatisannya juga cukup tinggi di Kota Bengkulu. “Partai pengusungnya cukup kuat ditambah elektabilitas keduanya juga tinggi, kami yakin Helmi dan Dedy akan mampu memenangkan pilwakot mendatang,” tukas Dempo.

Meskipun Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi elektabilitas keduanya tinggi di Bengkulu, peluang Patriana Sosialinda untuk menang pada Pilwakot 2018 juga sangat besar mengingat posisi Linda sebagai Incumben serta jauh dari unsur-unsur negatif di masyarakat Bengkulu. “Ibu Patriana Sosialinda merupakan sosok yang bertanggungjawab dan tidak pernah meninggalkan tanggungjawab serta jauh dari pemberitaan negatif,” ujar Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bengkulu, Antonio Imanda MSi.

Tak hanya itu, Partai Golkar juga memiliki reputasi dan historis yang baik di masyarakat bahkan lembaga survei menyatakan 45 persen masyarakat masih lebih dominan percaya kepada partai dengan simbol pohon beringin ini.

“Kepercayaan masyarakat terhadap partai golkar juga masih tinggi hingga kami yakin calon yang diusung Golkar juga disukai masyarakat,” jelas Antonio.

Ditambah lagi beberapa partai pengusung yang akan memperkuat posisi pasangan Patriana Sosialinda dan Mirza seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Dengan ada 4 partai pengusung maka posisi Patriana Sosialinda juga semakin kuat.

“Posisi kami juga tak kalah kuat dari yang lainnya, partai pengusung Linda juga kuat dan kami yakin Linda adalah calon yang paling tepat untuk memimpin kota Bengkulu,” tukas Antonio.

Sementara itu, untuk calon lainnya, Erna Sari Dewi (ESD) yang juga sudah memastikan mendapat perahu dari Nasdem dan PPP dinilai juga akan menjadi petarung yang cukup sulit. Namun hingga saat ini masih mencari kandidat wakilnya. Beberapa nama kandidat wakil pun dikabarkan telah dilirik oleh ESD, seperti Rusli Yakub, Suimi Fales, dan Ahmad Zarkasih.

Pengamat Ilmu Sosial Politik dan Komunikasi Universitas Bengkulu (Unib), Drs Heri Supriyanto MSi menilai, Pilwakot 2018 ini diperediksi akan diwarnai pertarungan sengit antara sosok incumbent Helmi Hasan dengan rivalnya Patriana Sosialinda dan Erna Sari Dewi. “Ketiga calon tersebut memiliki peluang, hanya saja Helmi dan Linda yang menurut saya masih kuat dukungannya,” kata Heri.

Heri menilai, Helmi dan Linda akan sama-sama mengumpulkan dukungan yang kuat. Sebab jika sebelumnya dukungan massa terjadi untuk keduanya, maka kali ini dukungan massa akan berbeda. Helmi tentu punya dukungan sendiri, begitupun sebaliknya Linda dan kemungkinan akan saling berebut dukungan nantinya.

“Jadi jelas Pilwakot kali ini pertarungan antara Helmi dan Linda,” tutur Heri.

Sementara itu, dirinya hingga saat ini belum juga mengetahui apa alasan ESD yang hingga saat ini masih belum juga mendapatkan pasangan yang pas. Namun pihaknya selalu mendukung siapapun wakil yang sudah direkomendasikan oleh ESD dan tentu saja akan membuat pertarungan pilwakot 2018 semakin seru dan sengit. “Apapun itu, semuanya yang terbaik untuk kemajuan Kota Bengkulu,” tukas Heri.

Sementara disisi lain, Pengamat Politik Universitas Bengkulu, Drs Azhar Marwan MSi memprediksi, peluang Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi akan sangat kuat mengingat ada 4 partai politik (parpol) yang akan mengusung kedua pasangan calon. Keempat partai pengusung tersebut terdiri PAN yang memiliki 4 kursi di DPRD Kota Bengkulu serta PKS dengan kekuatan  4 kursi, Demokrat 3 kursi dan Gerindra 5 kursi. “Kekuatan koalisi 4 partai tersebut mampu membuat pasangan Helmi dan Dedi Wahyudi semikin kuat,” kata Azhar.

Sedangkan Partai Golkar meski memiliki tiga kursi diprediksi juga akan menjadi motor penggerak koalisi parpol. Mengingat tiga partai yang akan mengusung Patriana Sosialinda dan Mirza yaitu Golkar yang memiliki 3 kursi akan menggandeng PDIP 1 kursi, Hanura 3 kursi dan PKPI 1 kursi.

“Jadi kita melihatnya Pilwakot kali ini berlangsung seru. Sebab juga dilihat dengan nilai jual figur yang akan diusung,” ujar Azhar.

Sementara itu ESD dengan partai NasDem yang memiliki 5 kursi sudah lebih dahulu menggandeng PPP yang memiliki 3 kursi. Peluang ESD juga lumayan tinggi asalkan mampu menarik simpati masyarakat kota Bengkulu mengingat 2 lawannya juga cukup kuat.

“Semua fitgur Petahana tersebut sama-sama kuat tinggal masing-masing calon tersebut apakah bisa mencari simpati rakyat,” tutup Azhar. (999)