Dua Warga BS Akhirnya Pulang

AIR NIPIS, BE – Herman Saleh dan Tri, dua petani asal Bengkulu Selatan yang disandera oleh para pelaku yang telah membunuh Junggir dan Amrin, warga Desa Palak Bengkerung di kawasan perkebunan Provinsi Jambi, sekitar pukul 01.00 WIB kemarin akhirnya tiba di rumahnya masing-masing di desa Penandingan Kecamatan Air Nipis.

Didampingi Kades Penandingan dan juga warga setempat kemarin korban penyanderaaan yakni  Herman Saleh dan Tri menceritakan peristiwa yang dialaminya. Mereka mengaku sebenarnya tidak tahu persis mengenai pengeroyokan terhadap kedua kakak beradik (Junggir dan Amrin) tersebut, sebab jarak antara kebun kedua almarhum dengan kebun mereka sekitar 300 meter.

“Saya tidak melihat kalau keduanya (Junggir dan Amrin) dibunuh. Karena jarak kebun kami cukup jauh,” ujar Herman Saleh dengan wajah masih pucat karena letih dalam perjalanan dan seperti masih trauma dengan peristiwa yang dialaminya.

Diceritakannya, saat kejadian dirinya dan Tri sedang berada di kebun masing-masing, tetapi kebun dirinya dan Tri memang berdekatan. Saat itu keduanya sedang menebas atau membersihkan rumput di kebun masing-masing, tiba-tiba datanglah segerombolan warga mendekati keduanya kemudian langsung menyergap keduanya dengan tangan diikat dengan tali. Selanjutnya keduanya disandera dan dibawa oleh para pelaku ke kantor polisi.

Dalam perjalanan itu, keduanya sempat dipaksa oleh pelaku untuk menuruti keinginan mereka menjelaskan kepada polisi bahwa yang menyebabkan kedua kakak beradik itu tewas karena ditimpah kayu, bukan karena dikeroyok oleh para pelaku. Karena saat itu keduanya sangat ketakutan, maka keduanya hanya diam saja dan seolah-olah menuruti kehendak para pelaku.

Setelah tiba di kantor polisi, keduanya langsung diserahkan oleh para pelaku kepada polisi. Setelah itu para pelaku langsung pergi. Dalam pemeriksaan di kantor polisi itulah keduanya menerangkan kalau sebenarnya keduanya disandera para pelaku. Keduanya juga menjelaskan kalau ada dua warga atau petani yang sudah dikeroyok oleh para pelaku dan sudah dalam keadaan tewas.

Dikatakannya, kalau dirinya mengetahui kalau kedua petani itu tewas dari keterangan para pelaku sendiri. Sebab saat itu para pelaku meminta kedua korban ini untuk menceritakan kalau petani yang tewas itu disebabkan ditimpah pohon yang roboh. “Ketika di kantor polisi kami menjelaskan kalau kedua petani itu tewas dikeroyok massa,” terang keduanya.

Aparat kepolisian setempat kemudian langsung mengejar para pelaku. Namun mereka belum tahu apakah pelaku sudah ditangkap atau belum, mengingat sebelum para pelaku tertangkap mereka sudah pulang ke Manna. Tetapi aparat kepolisian sudah mulai berhasil mengungkap identitas para pelaku. Mengenai perkembangan di daerah perkebunan di Jambi dirinya saat ini belum mengetahui dan belum mendapat informasi dari warga setempat.

Ditambahkannya bahwan penyebab kedua petani itu tewas di keroyok karena terkait masalah batas lahan perkebunan dengan para pengeroyok itu. “Sepertinya masalah batas kebun, tapi saya tidak jelas nian masalahnya,” terangnya.

Untuk diketahui sebelumnya pada Minggu lalu Herman Saleh dan Tri sempat disandera oleh massa yang mengeroyok kedua korban yanag tewas. Setelah mengeroyok kedua korban tewas itu, para pelaku menghampiri kedua warga Penandingan ini, lalu keduanya disandera dan diserahkan ke kantor polisi terdekat. Beruntung keduanya tidak disakiti dan hanya tanganya diikat dengan tali.(369)