Dua Warem Dibongkar

FOTO-A satpol PP robohkan warem sulau
KEDURANG ILIR, BE – Sebelumnya, Asisten 1 Bupati Bengkulu Selatan (BS), Supran SH MH mengungkapkan kemarin hanya akan mengecek keberadaan warung remang-remang (Warem) di dekat Jembatan Air Sulau perbatasan BS-Kaur.
Namun, setelah kemarin (20/5) tim dipimpin langsung oleh Wakil Bupati BS, Dr drh Rohidin MMA, bersama Kasdim 0408 BS, Mayor Onsunoni dan Kapolsek Kedurang, Ipda Candra Permana SH, serta Kasatpol PP BS, Drs Firmansyah dan Camat Kedurang Ilir, Drs Sudi Mawan, maka warem-warem tersebut tidak hanya dicek, namun sebagian dirobohkan dan sebagian yang lain dibiarkan berdiri.
“Untuk dua warem yang berada di pinggir jalan samping jembatan  menganggu lalu lintas dan pemandangan, untuk itu sebagaimana kesepakatan bersama warga, langsung dirobohkan,” ujar Wakil Bupati BS, Dr Rohidin yang diamini Kasdim 0408 BS, Mayor Unsononi di lokasi kemarin.
Menurut Rohidin, dibongkarnya warem tersebut untuk menindaklanjuti keresahan masyakat Desa Air Sulau dan Sukajaya serta masyarakat sekitarnya selama ini.
Apalagi para pemilik warem yang sudah membuat surat pernyataan akan membongkar sendiri waremnya serta akan menghentikan kegiatannya masih setelah  sering membuat surat pernyataan, ternyata pemilik warem tidak menepatinya. Sehinga kemarin tim langsung melakukan pembongkaran terhadap sebagain warem.
Untuk warem lainnya, sambung Rohidin, pihaknya masih memberikan waktu satu minggu agar membongkar sendiri bangunan untuk lokasi mesum.
“Warem lain, silakan bongkar sendiri kamar-kamar dengan pintu-pintu yang banyak di sisi bangunan rumah utama, jika tidak, Rabu (27/5) kami akan turun lagi dan membongkarnya,” terang Rohidin.
Ditambahkan Rohidin, adanya penertiban warem untuk menghindari hal-hal negatif akibat beradaan warem tersebut. Terlebih lagi dalam waktu dekat memasuki bulan Ramadhan, sehingga jika warem tetap beroperasi dapat mengurangi amal ibadah warga sekitar. Untuk itu dengan tidak ada lagi warem yang beroperasi di BS, ke depannya di BS tidak ada lagi kegiatan prostitusi ataupun yang mengarah pada aksi mesum.
“Dengan dibongkarnya warem-warem ini, ke depannya kami tidak mau lagi ada warem berdiri di BS, dengan begitu dapat menekan kegiatan prostitusi di BS,” terang Rohidin.
Sementara itu, pada saat tim pembongkaran warem di jembatan berbatasan dengan Kabupaten kaur kemarin, ada beberapa perwakilan dari pemda Kaur yakni Kasat Pol PP Kaur, Drs Suryanto Ajam MM dan  Kepala Dinas Sosial Kaur, Jayadi Ruslan SST MTPd. Hanya saja setelah ngobrol sebentar dengan rombongan Wakil Bupati BS, mereka kembali pulang ke Kaur. Mereka pun hanya beberapa menit saja di dekat jembatan.  Setelah mereka kembali pulang ke Kaur, pemilik warem di wilayah kaur dapat tersenyum lebar, sebab kemarin tidak ada penertiban dari Pemda Kaur. (369)