Dua Siswa SMAN 5 Sabet Best Speaker

1Endang/Bengkulu Ekspress
Tim LDBI Bengkulu yang mendapat peringkat terbaik dan perolehan Best Speaker.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Dua siswa asal SMAN 5 Kota Bengkulu, yang menjadi perwakilan tim Bengkulu dalam Lomba Debat Bahasa Indonesia dan National Schools Debating Champhionship (LDBI dan NSDC) tingkat nasional 2018. Berhasil menyabet peringkat terbaik nasional kategori Best Speaker (pembicara terbaik) pada ajang LDBI. Prestasi Best Speaker merupakan predikat yang diberikan pada individu dalam LDBI, yang diselenggarakan Kemdikbud dan Bengkulu selaku tuan rumah.

Guru Pendamping LDBI Melly, sangat bersyukur tim Provinsi Bengkulu, berhasil memperoleh kategori terbaik kategori B. Menurutnya, apa yang dilakukan dan diraih tim debat asal Bengkulu, sudah sangat luar biasa. Meski persiapan yang dilakukam sangat singkat.

“Kita akui pembinaan terhadap mereka itu kurang, baik pihak sekolah maupun pemerintah. Kalau ini dibina lebih baik saya yakin akan jauh lebih baik lagi,” kata Melly.

Dibeberkan Melly, upaya yang dilakukan siswa/siswi sendiri, kemudian meminta bantuan pada alumni untuk berlatih.
“Ini benar-benar kemampuan siswa yang memiliki potensi, kalau bantuan pelatih tidak ada sama sekali,” imbuhnya.

Tim LDBI yang mewakili Provinsi Bengkulu, berasaal dari SMAN 5 Kota Bengkulu, antara lain, M Reza Fadhil Pratama, Rahil Sasia Putri Harahap dan Gerry Gandasyah Kerto Noor Rafiq. Mereka dibimbing guru Bahasa Indonesia, Melly. Dua peserta dari enam yang dikirim dari Bengkulu tersebut, berhasil merebut LDBI Terbaik kategori B, dan dua peserta meraih predikat Best Speaker (pembicara terbaik). Yaitu Gerry Gandasyag Kerto Noor Rafiq mendapat medali setara perak dan Rahil Sasia Putri Harahap memperoleh medali setara perak.

Asisten Bagian Pemerintahan Pemerintah Provinsi Bengkulu Hamka Sabri menuturkan, pada ajang LDBI dan NSBC ini Bengkulu minim perolehan medali. Mminimnya perolehan medali oleh tim Bengkulu sebagai tuan rumah menjadi cambuk bagi pendidikan di Bengkulu,

“Dari tujuh kategori, Bengkulu, hanya mendapat dua kategori. Ini cambuk dalam komponen pendidikan. Meski begitu, event yang diselenggarakan di Bengkulu, agar dapat mengambil hikmahnya dan merubah mainset sehingga kedepan akan lebih baik lagi,” terang Hamka usai menutup kegiatan LDBI dan NSDC 2018, di Grage Horizon, Sabtu (11/8).
Rahil Sasia Putri Harapan diamini rekanya mengaku sempat kecewa karena gagal masuk babak 8 besar. Namun ketiganya mampu berbesar hati setelah mendapatkan arahan dari guru pendamping.

“The Best Speaker itu, harapan semua orang. Alhamdulillah, kita dapat dua kategori sekaligus, ” kata Rahil diamini dua rekan lainnya.

Dikatakan Rahil, prestasi ini tak lepas dari peran kedua temannya, M Reza Fadhil Pratama dan Gerry Gandasyah Kerto Noor Rafiq. Mereka berperan penting selama berkompetisi dan saling memberikan suport.

Sementara, Gerry peraih best speaker setara medali perak mengucapkan rasa terima kasih pada tim alumni, teman SMANLI dan Carolus, yang telah membantu dan memberikan motivasi. Perolehan mendali ini hanya sebagai simbol, perolehan medali ini tidak akan terwujud tanpa adanya kerjasama tim yang baik.

Hal yang sama diungkapkan M Reza. Menurutnya, dengan perolehanya prestasi ini kedepan lebih berupaya maksimal lagi.”Ini langkah awal bagi tim bengkulu kedepan agar lebih baik lagi,” cetusnya. Diceritakannya, selama terdepak dalam babak penyisihan 8 besar, ia dan teman-temannya dikalahkan Kalimantan Tengah. Kami sama-sama kuar beradu argumen, dan selisih pointa tipis, namun tim kami harus legowo. Usai terdepak tak banyak kegiatan yang dilakukan, ia berperan sebagai duta Provinsi Bengkulu. Dia mempromosikan wisata yang ada di Bengkulu pada teman peserta LDBI dan NSDC provinsi lainnya. (247)