Dua Saudara Bersimbah Darah

Bengkulu
Ist/Bengkulu Ekspress JALANI: Kedua korban saat menjalani perawatan medis di IGD RSUD Kepahiang.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Dua saudara  Rangga Budi Saputra (21) dan Gio Fadli, warga Jalan Baru Kelurahan Pasar Tengah Kabupaten Kepahiang bersimbah darah. Itu setelah bagian lengan kanan dan kiri kedua korban itu  terluka, setelah disabet  senjata tajam (sajam) jenis pisau oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Kejadian itu terjadi   di arena parkiran bazar pasar malam HUT Kabupaten Kepahiang,  Senin malam (2/1) sekitar pukul 23.30 WIB di depan Kantor Telkom Jalan Abu Hanifah Keluruhan Pasar Kepahiang.

Belum diketahui secara pasti penyebab perkelahian tersebut.

Peristiwa itu bermula saat adik kedua korban, Kevin (12) ditampar pelaku. Awalnya Kevin hanya mengadu pada korban Gio. Sehingga sempat terjadi cekcok mulut antara  Gio dengan pelaku yang akhirnya berujung damai.

Rupanya Kevin tetap tidak senang, sehingga mengadu lagi pada korban Rangga yang kebetulan saat itu tengah berada di rumah. Mendengar pengaduan dari adiknya Kevin,   Rangga langsung menuju ke  tempat kejadian perkara (TKP). Sehingga akhirnya kedua korban terlibat perkelahian dengan pelaku  yang menyebabkan kedua korban terkena sabetan sajam pelaku. Warga sekitar TKP yang mengetahui kejadian itu langsung melarikan kedua korban ke RSUD Kepahiang.

Kapolres Kepahiang, AKBP Ady Savart PS SH SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu M Indra Prameswara didampingi KBO Reskrim, Ipda Heri Kurniadi membenarkan peristiwa itu.

Menurutnya, korban Rangga masih berstatus sebagai mahasiswa, sedangkan korban Gio masih berstatus pelajar. “Keduanya pada momen bazar dan pameran bertindak sebagai tukang parkir, sedangkan pelaku juga,” ungkap Heri.

Kedua korban yang terkena sabetan sajam pada bagian lengan langsung dilarikan ke RSUD Kepahiang untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Sementara pelaku sendiri yang saat ini identitasnya sudah kita kantongi melarikan diri, setelah terlibat perkelahian tersebut. Sejauh ini proses penyelidikan masih terus kita lakukan,” singkatnya. (320)