Dua PNS Kepahiang Diduga Konsumsi Narkoba

KEPAHIANG, BE  – Dua orang PNS di Kabupaten Kepahiang diduga mengkonsumsi narkoba. Pasalnya, dari tes urine yang digelar Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kepahiang bekerjasama dengan Sat Narkoba Polres Kepahiang, kemarin,  di urine ke-2 PNS itu ditemukan ada zat obat-obatan terlarang.

Dari data Satr Narkoba Kepahiang, 2 orang  PNS itu 1 berasal dari Disbudparhubkominfo Kepahiang dan Dinsosnakertrans Kepahiang. “Sekarang ini sudah hampir 12 SKPD telah mengikuti tes urine. Dari tes tersebut, 1 orang PNS dinyatakan positif mengkonsumsi obat terlarang yakni PNS di Disbudparhubkominfo.

Tadi (kemarin, red) tes urine kembali dilanjutkan di 6 SKPD yakni Dinsosnakertrans, Dishutbun, Disdukcapil, Disperindagkop UKM, BPMP2KB dan BLH Kepahiang. Dan 1 PNS di Dinsosnakertrans dinyatakan positif mengkonsumsi obat terlarang,” ujar Kapolres Kepahiang AKBP Sudarno S.Sos MH melalui Kabag Ops, AKP Resza Ramdianshah SIK didampingi Kasat Narkoba, Iptu Yosril S SH, kemarin.

Diduga Bocor, Banyak PNS Tidak Hadir
Sementara itu, banyak pegawai negeri sipil (PNS) dan honorer di lingkungan SKPD Pemkab Kepahiang tidak hadir dalam pelaksanaan tes urine yang digelar kemarin.

Ketidakhadiran PNS ini seperti di Dinas Perindagkop UKM Kepahiang, bahkan sang Kadis M Zairin sangat menyayangkan ketikdahadiran beberapa PNS ini. Meskipun demikian, kata Zairin, bagi PNS ataupun honorer yang tidak hadir tersebut tetap harus mengikuti tes urine untuk mengetahui penyalahgunaan obat terlarang bagi para pegawai.

“Terus terang saja, saya sangat menyayangkan beberapa PNS dan honorer di Disperindagkop UKM ini malah tidak hadir dalam pelaksanaan tes urine tadi (kemarin, red). Saya akan data siapa yang tidak ikut tadi, sehingga nantinya mereka tetap harus ikut tes urine tersebut. Masa saya selaku kepala SKPD saja mengikuti dan menyambut baik kegiatan itu sementara bawahan saya sendiri bukannya antusias untuk ikut tapi malah tidak hadir,” kesal Zairin.

Dikatakannya, jangan-jangan tes urine ini telah bocor duluan. Terbukti 2 orang pegawai yang dirinya tahu persis dan kemarin hadir, tetapi pada hari ini diketahui langsung sakit.

“Bukannya saya suuzon, jangan-jangan kedua orang itu memang sengaja membuat alasan sakit untuk menghindari tes urine. Maka dari itu saya tegaskan bagi pegawai saya yang hari ini tidak ikut, kedepannya saya pastikan ikut dan wajib hukumnya,” tegas Zairin.
Lebih jauh dikatakannya, seluruh jumlah total pegawai di SKPD-nya baik yang berstatus PNS ataupun honorer berjumlah 33 orang. Jumlah total itu PNS sebanyak 27 orang dan honorer sebanyak 6 orang, sementara yang tidak ikut tes urine tadi sebanyak 17 orang.

“17 orang itu terdiri dari 13 orang berstatus PNS yang sebagian memang sedang Dinas Luar (DL) dan 4 orang lagi berstatus honorer. Dalam waktu dekat kita pastikan mereka harus ikut tes urine untuk mengetahui penyalahgunaan obat terlarang,” kata Zairin.(555)