Dua Outlet Indomaret Ditutup

Bupati: Saya Hanya Izinkan Dua

Indomaret
Tim KP2T bersama Satpol memberikan peringatan kepada manajemen Indomaret agar menutup outletnya di Dusun Kepahiang karena tak mengantongi izin operasional. (Foto IST/BE).

KEPAHIANG, BE – Pemerintah Kabupaten Kepahiang, bersikap tegas. Karena tak memiliki izin, 2 outlet Indomaret, ditutup. Kemarin (3/1) tim dari Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) bersama Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) melakukan penertiban dengan menutup dua unit outlet Indomaret, yakni di Dusun Kepahiang dan Bumi Sari Kecamatan Ujan Mas.

Bupati Kepahiang, Dr Ir Hidayatullah Sajhid MM, menegaskan, di Kabupaten Kepahiang dirinya hanya memberikan izin operasional untuk 2 outlet Indomaret, yakni di kawasan Pasar Ujung dan Jalan Kepahiang – Bengkulu. Selebihnya, tidak ada izin yang dikeluarkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepahiang.

“Mereka banyak mengajukan kalau tidak salah ingat saya ada 6, namun saya bersama Wabup, Neti Herawati hanya memberikan izin dua outlet saja,” tegas bupati.

Menurut bupati, pemberian hanya dua outlet karena mempertimbangkan kelangsungan usaha masyarakat kecil. Sehingga pihaknya hanya memberikan operasional di kawasan Kecamatan Kepahiang. “Saya tidak senangnya mereka memaksa, mau memaksanakan kehendaknya. Padahal saya sudah jelaskan pertimbangannya bagaimana, sehingga hanya diberikan dua saja,” ungkap bupati.

Bupati mengatakan bila dengan adanya pemaksaan kehendak mendirikan outlet lebih dari dua, tentunya menimbulkan kecurigaan kepada dirinya bersama Wabup. Karena orang lain bisa berpikir jika Kepala Daerah (Kada) menerima macam-macam. “Pahadal saya bersama Wabup tidak mendapat apa-apa, kalau seperti ini orang lainnya bisa berpikir kalau bupati dapat macam-macam,” jelasnya.

Menurut bupati, pihaknya tengah melakukan penjaringan aspirasi masyarakat, tentang keberadaan Indomaret. Jika benar-benar mamatikan usaha masyarakat kecil seperti warung dan lainnya, maka Pemda akan mengambil kebijakan untuk pemberian izin usaha perusahaan berskala besar. “Kita sudah peringatkan, karena izin yang diberikan hanya dua saja,” ungkapnya.

Pun demikian bupati menolak dikatakan kecolongan dengan tingkah manajemen Indomaret yang dengan sengaja membuka outlet lebih dari dua. “Tidak bisa dikatakan kecolongan, sebab kecolongan itu kalau mereka memiliki izin. Sedangkan sekarang mereka tidak mengantongi izin,” tegasnya.

Bupati menegaskan bila pihak pengelola Indomaret di Provinsi Bengkulu, Firdaus Jailani, sudah menghadap dirinya untuk meminta izin Indomaret lebih dari dua. Tetapi telah dijelaskan bahwa pemerintah mempertimbangkan kelangsungan usaha masyarakat kecil sehingga hanya memberikan izin ke Indomaret untuk di Kabupaten Kepahiang hanya dua outlet saja.

“Cuma diizinkan 2 di Pasar Ujung dan di Jalan Bengkulu, masih juga kan jadinya DPRD komplain. Firdaus sudah mendatangi saya, saya sudah katakan, Pak Firdaus, pikirkan masyarakat,” kata bupati. Sementara pengelola Indomaret Firdaus Jailani, hingga tadi malam belum dapat dihubungi, karena nomor ponselnya tidak aktif. (320)