Dua Mayat Mengenaskan

_DSC2692(1)BENGKULU, BE – Tempo kurang dari 24 jam ditemukan dua mayat dalam kondisi mengenaskan. Keduanya diketahui bernama Senarin (80) warga Desa Suka Bulan Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma dan  Ujang (38) warga Gang Tamin RT 4 Kelurahan Ujan Mas Atas Kabupaten Kepahiang.

Pertama kali ditemukan adalah Senarin, Selasa (5/3) sekitar pukul 21.00 WIB di kebun sawit korban di desa tersebut. Mayatnya tersembunyi di bawah tumpukan pelepah sawit kering. Sejumlah luka memenuhi tubuhnya seperti bekas luka bacokan di kepala belakang, tangan dan mata bagian kanan mengalami lebam. Kuat dugaan korban yang sudah hilang sejak Senin (5/3) menjadi korban pembunuhan.

Pencarian korban diawali laporan korban tak pulang ke rumah. Saat itu warga bersama Kades Suka Bulan melakukan pencarian sejak sore hari.  Pencarian dipusat di areal kebun sawit korban yang tak jauh dari rumahnya. Kendati matahari tenggelam, pencarian tetap dilanjutkan. Sekitar pukul 21.00 WIB, warga melihat tumpukan pelepah yang mencurigan. Saat dibuka ternyata Senarin telah tergeletak bersimbah darah. Jasadnya pun dilarikan ke Puskesmas Masmambang untuk divisum.

“Kami mendapati korban telah terbujur kaku di perkebunan sawit miliknya,” ujar Kades Sukabulan, Kecamatan Talo Kecil, Amlan.
Tim Polres Seluma dan Polsek Talo, Rabu pagi (6/3) pun menyisiri lokasi penemuan mayat. Hasilnya menemukan patahan kayu gagang dodos sawit dan topi milik korban. “Saat ini sejumlah saksi akan diperiksa untuk mengungkap kematian korban,” ujar Kapolres Seluma AKBP PL Gaol SIK melalui Kapolsek Talo Iptu Andrianto.

Namun dari informasi yang didapatkan BE, korban tewas dilakukan oleh anaknya sendiri yang berinisial JA yang diduga memiliki gangguan kejiwaan. Anak ke 9 dari 10 saudara ini juga memiliki catatan yang pernah melakukan hal sama pada kakak iparnya beberapa tahun lalu. Bahkan dari keterangan Kades juga didapati jika JA juga pernah dipasung selama 6 bulan lamanya di kediamannya. JA juga sempat menjalani perawatan di RSJKO Bengkulu.

“Dari laporan yang kita dapati memang menyebutkan jika JA mengalami gangguan kejiwaan dan juga pernah membunuh kakak iparnya sendiri,“ terang Kades Sukabulan, Kecamatan Talo Kecil, Amlan.

Sayangnya ketika akan dilakukan penyidikan polisi bersama keluarga korban lainnya mengalami kendala ketika JA justru mengurung diri di dalam pondok setelah dikepung masyarakat.Namun anggota keluarga korban paling tertua,akan berupaya membujuk JA secara kekeluargaan agar dapat dimintai keterangan lebih lanjut di Polsek Talo.

Membusuk
Sementara itu Ujang (38) ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya sendiri, sekitar pukul 07.00 WIB kemarin (6/3). Kondisinya telah membusuk. Belum diketahui penyebab pasti kematian Ujang.

Data didapat BE, jasad warga ini pertama kali ditemukan tetangganya sendiri Arfan Toni (33). Saat itu Arfan merasa terganggu aroma tak sedap dari rumah Ujang. Saat ditelusuri ternyata berasal dari jasad Ujang. Tim medis yang dipimpin dr Darwanto yang memeriksa memastikan Ujang telah tewas sejak 5 hari lalu.

“Waktu itu pintu dan jendela rumah Ujang terkunci dari dalam. Kami pun berupaya mengintip lewat celah-celah yang ada. Ketika dipastikan aroma tidak sedap itu berasal dari dalam akhirnya pintu rumah Ujang kami dobrak ramai-ramai,” ungkap Arfan.

Memang beberapa waktu terakhir Ujang jarang terlihat ke luar rumah. Di samping itu Ujang juga jarang terdengar melakukan aktifitas di dalam rumah. “Kami selaku warga di sekitar sini tidak mengetahui secara pasti kegiatan Ujang. Biasanya walaupun tidak keluar rumah, terdengar aktifitas Ujang dari dalam rumah. Tapi beberapa waktu terkahir tidak ada sama sekali,” kata Toni.

Sementara itu Ketua RT setempat, Putra Jaya menjelaskan, sejak 5 bulan terakhir Ujang tinggal sendiri dirumahnya tersebut. Sedangkan istri dan 3 orang anaknya tinggal di rumah mertuanya yang juga berada di Kelurahan ini.

“Secara pasti kami tidak tahu mengapa istri dan anak Ujang memilih tinggal terpisah. Memang selama ini kami tidak tahu pasti kalau Ujang ada dirumah, karena jarang sekali bertemu. Kami pikir Ujang berada dikebunnya,” kata Putra.

Terpisah Kapolres Kepahiang AKBP Sudarno SSOs MH melalui Kabag Ops Kompol Resza Ramadianshah SIK dikonfirmasi membenarkan penemuan jasad Ujang dalam kondisi membusuk di rumahnya tersebut. Namun untuk sementara ini pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab tewasnya Ujang.

“Dari hasil visum oleh tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Ujang. Tim medis juga menjelaskan jasad Ujang sudah berumur sekitar 5 hari,” singkat Resza.

Adapun kabar penemuan jasad warga ini kontan saja membuat warga sekitar heboh, sehingga pada waktu itu banyak warga yang berdatangan untuk menyaksikan langsung. Bahkan bukan hanya warga yang berdatangan tetapi Camat Ujan Mas, Camat Merigi, Lurah Ujan Mas, anggota DPRD Kepahiang Netral Hendri serta anggota Polsek Ujan Mas langsung pergi ke TKP. Korban sendiri disemayangkan di TPU setempat pada sekitar pukul 13.00 WIB kemarin.(505/333)