Dua Kapal Nelayan Rusak

PERBAIKI - Kelompok nelayan wilayah Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Benteng melakukan perbaikan kapal stempel yang rusak akibat digulung ombak
Bakti/Bengkulu Ekspress
PERBAIKI : Kelompok nelayan di Kecamatan Pondok Kelapa memperbaiki kapal mereka yang rusak akibat dihantam ombak, sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (25/7).

PONDOK KELAPA, Bengkulu Ekspress – Cuaca ekstrem di perairan laut Provinsi Bengkulu berdampak bagi para nelayan di wilayah Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Angin kencang disertai gelombang tinggi membuat para nelayan tidak bisa melaut.

Bahkan, gelombang tinggi sempat merusak kapal nelayan yang sedang terikat di pohon kelapa. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (25/7) dinihari, kemarin.

“Tadi malam (kemarin,red) pasang naik dan gelombang tinggi mengakibatkan 2 (dua) kapal tempel nelayan terseret ke tengah laut. Beruntung, kapal yang mengalami kerusakan parah kembali terdampar ke tepi laut. Akibat rusaknya kapal, nelayan merugi hingga Rp 2 juta untuk biaya perbaikan kapal,” kata Ketua Kelompok Nelayan Kecamatan Pondok Kelapa, Sandes Ibrahim.



Ia mengaku, cuaca ekstrem sudah berlangsung sejak lama dan membuat para nelayan hanya bisa berdiam diri di rumah sembari memperbaiki kapal serta alat tangkap.

“Sudah 1 (satu) bulan cuaca tidak bersahabat. Selama itu pula, kami terpaksa nganggur dan tidak memiliki pekerjaan,” ungkap

Diungkapkan Sandes, situasi seperti ini memang terjadi setiap tahun. Meski demikian, Sandes mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem tidak berlangsung lama. “Paling lama sekitar 1,5 bulan. Diharapkan 1 atau 2 minggu lagi cuaca kembali membaik agar kami bisa kembali mencari ikan di lautan biru,” imbuhnya.

Hasil pendataan, jelas Sandes, terdapat sekitar 200 warga yang beprofesi sebagai nelayan di sekitar pesisir pantai wilayah Kecamatan Pondok Kelapa.”Hampir sebagian besar nelayan hanya bergantung pada sumber daya alam (SDA) laut. Sebab itu, cuaca ekstrem membuat nelayan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup lantaran tak memiliki alternatif pekerjaan lain,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Benteng, Drs Tomi Marisi MSi membenarkan cuaca ekstrem di wilayah perairan laut Kabupaten Benteng.”Hasil koordinasi dengan BMG, angin kencang disertai badai masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Kami mengimbau kepada nelayan agar tidak melaut untuk sementara waktu. Ini demi keselamatan mereka,” imbau Tomi.(135)