Dua Kali Cabuli Anak Kandung, Ayah Dibekuk

ilustrasi

KOTA MANNA, BE – Da (31), Warga Bengkulu Selatan (BS) dibekuk tim Satreskrim Polres BS. Da diduga telah mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih dibawah umur. Korban sebut saja namanya Melati (12) nama samaran. Tragisnya pencabulan itu dilakukan hingga dua kali oleh DA.

Kapolres BS AKBP Deddy Nata SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Gajendra Harbiandri STrk SIK MH mengatakan, Da dibekuk pada Jumat (21/5) malam di rumah Da sendiri.

Dijelaskan Gajendra, Da dibekuk setelah sebelumnya polisi mendapat laporan Da telak mencabuli anak kandungnya sendiri. Pencabulan ayah terhadap anak kandug ini diketahui berawal saat anak korban ingin buang air kecil.

Namun saat itu kemaluannya terasa sakit. Ibu sang anak curiga lalu membawa korban ke puskesmas untuk diperiksa. Saat itu diketahui selaput kemaluan anaknya rusak. Kemudian, ibunya menanyai korban. Korban pada awalnya takut bercerita. Setelah dibujuk, korban lalu menceritakan dirinya disetubuhi ayah kandungnya. Mendengar pengakuan korban, ibunya tidak terima dan membuat pengaduan ke polisi.

Setelah menerim laporan ibu korban, anggota Polres BS langsung bergerak dan berhasil membekuk terduga pelaku di rumahnya. Saat itu terduga pelaku tidak memberikan perlawanan dan itu memudahkan polisi membawanya ke polres.

“Saat ini terduga pelaku sedang dalam pemeriksaan,” ujar Kasat Reskrim saat pres release di Mapolres BS, Sabtu (22/5).

Sementara, Da membenarkan telah menodai anak kandungnya. Dikatakannya pencabulan terhadap anaknya itu dilakukan sebanyak dua kali selama Ramadhan 1442 Hijriah, yakni dalam bulan Mei. Diakuinya dirinya sudah 3 kali berumah tangga dan selalu gagal. Korban anak kandungnya dari istri pertamanya.

Dijelaskannya, saat itu anaknya sedang main ke rumahnya dan tidur satu kamar dengannya. Anaknya tidak menaruh curiga. Hanya saja saat anaknya sedang tidur. Da melihat korban memakai pakaian seksi. Sehingga melihat kemolekan tubuh korban. Saat itulah Da gelap mata dan nekat menggagahi anak kandungnya sendiri.
“Saya khilaf, saya menyesal,” ujar Da tertunduk malu. (369)