Dua Hari Paska Lamaran, Remaja Tenggak Racun Rumput

ilustrasi-racun
foto:ist

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Salah seorang remaja (18), warga Desa Lubuk Banyau, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara (BU), nekat menenggak racun rumput, pada Kamis (14/3/19). Percobaan bunuh diri ini dilakukan korban paska dua hari dia melaksanakan lamaran terhadap gadis pujaan hatinya.

Diketahui, remaja tersebut bernama Bayu, hingga saat ini belum diketahui apa penyebab dari korban meminum racun rumput tersebut. Akibat perbuatannya tersebut korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Arga Makmur sempat dirawat 4 jam di RSUD Arga Makmur, namun RSUD Arga Makmur, merujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu, sekitar pukul 21.30 WIB. Lantaran RSUD Arga Makmur tidak sanggup untuk memberikan tindakan medis lebih jauh. Mengingat, racun rumput yang dikonsumsi korban sudah menjalar ke seluruh tubuh.

Berdasarkan salah seorang keluarga korban, yang ditemui awak media mengatakan. Kejadian ini kali kedua dilakukan untuk mengakhiri hidupnya. Pertama kali korban mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara menembaki perutnya sendiri. Saat itu korban berhasil diselamatkan keluarganya.

“Ini kejadian kali kedua, hanya saja kejadian yang pertama keluarga berhasil menyelamatkannya. Etah apa yang menjadi pemicunya, kali ini korban mencoba meminum racun rumput,” ujarnya.

Selain itu, keluarga korban tidak tahu penyebab korban meminum racun rumput tersebut. Padahal, baru selang dua malam, korban melaksanakan lamaran, terhadap gadis pujaannya.

“Kami sendiri tidak tahu penyebabnya, apakah dia marah atau tersinggung, sehingga ia nekat minum racun rumput tersebut,” ungkapnya.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara, SH SIK MM melalui Kasat Reskrim AKP Jufri, SIK ketika dikonfirmasi menuturkan, saat ini anggotanya tengah melakukan pengecekan atas kejadian tersebut. Jadi hingga saat ini pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan apapun, lantaran masih di monitor personel. “Saat ini kita masih melakukan pengecekkan dari kasus ini, dan kita belum bisa mengambil kesimpulan,” tukasnya.(127)