Dua Guru Diundang ke Malaysia

ENDANG/BE
Kepala MTsN 1 Kota Bengkulu, Eza Avlenda dan Guru SMAS Pallawa, Feri Vahleka diundang ke Malaysia.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Bertepatan dengan Hari Guru Nasional, kabar gembira menyelimuti hati dua guru Bengkulu. Pasalnya, dua guru Bengkulu mendapat undangan dari Universitas Sains Malaysia guna mengikuti workshop statumasterstem Indonesia. Dua guru asal Bengkulu yang beruntung tersebut adalah Eza Avlenda merupakan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bengkulu dan Feri Vahleka SPd, guru SMAS Pallawa Kota Bengkulu.

Mereka akan mengikuti kursus pendidikan guna menghadapi revolusi industri 4.0 di Pusat Pengajian Ilmu Pendidikan Universitas Sains Malaysia, selama tiga hari terhitung 23-28 Desember 2019. Mereka berangkat ke Malaysia bersama dengan 77 peserta lain se-Indonesia yang terpilih.

“Di sana anak dituntut aktif untuk menyelesaikan suatu masalah dengan inovasi, integeritas, thinking skill, dan kemampuan perhitungan anakl dalam menghadai era revolusi 4.0,” ujar Kepala MTsN 1 Kota Bengkulu, Eza Avlenda.

Menurutnya, program ini baru pertama dikenalkan di Provinsi Bengkulu, dan pelatihan seperti ini baru dikenalkan pertama kali di Indonesia tepatnya di Riau. “Kita ingin belajar langsung di Universitas Sains Malaysia, supaya kami bisa mendapat ilmu lebih banyak dan mengetahui model pembelajarannya dan sepulangnya bisa ditularkan ilmunya pada guru di Bengkulu,” jelasnya.

Dengan revolusi 4.0, guru dituntut untuk terus berinovasi, dan ini menjadi salah satu wadah bagi guru untuk mengembangkan dan mencari ilmu hingga ke luar negeri. Ia berharap undangan ini tidak dibiarkan begitu saja, karena ilmu ini mahal dan sangat penting, guru dituntut untuk terus update ilmu, dan inilah salah satu cara bagi guru untuk meng update ilmu. Sementara itu, Feri Vahleka menegaskan dalam mengikuti pelatihan model pembelajaran ini setelah melalui proses seleksi yang dilaksanakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Tak dipungkiri menjelang keberangkatan ke Malaysia, ia terkendala dengan anggaran yang dibebankan ke masing-masing peserta. Sehingga secara financial selama di Malaysia masih sangat diperlukan bantuan dari pemerintah. “Secara administrasi kita sudah siapkan, hanya saja masih terkendala dalam anggaran. Saya berharap ada bantuan pemerintah, baik gubernur, walikota, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk meringankan anggaran keberangkatan kami menuju Malaysia,” harapnya.

Ia meyakini, terpilihnya guru Bengkulu membuka peluang baru bagi tenaga pendidik dalam peningkatan kompetensi khususnya mata pelajaran matematika. Ia pun sepualangnya dari Malaysia akan menularkan ilmunya pada guru lain. “Di sana akan mengikuti pretes dan post tes untuk mendapatkan sertifikat tutor dan USM sehingga bisa berbagi ilmu dengan guru lain,” tukasnya. (247)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*