dr Bina Ampera Bukit MKes

Direktur RSJKO Suprapto Bengkulu,  Tidak Pernah Menunda Pekerja

IMG_5082 drDIREKTUR Rumah Sakit Jiwa Dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Suprapto Bengkulu, dr Bina Ampera Bukit MKes mengawali karir di dunia kesehatan mulai menjadi dokter pegawai tidak tetap (PTT) di Tanjung Balai Asahan, Sumatra Utara (Sumut). Setelah menamatkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara (USU) tahun 1992, ia langsung menjadi PTT, hingga kemudian menjadi pegawai negeri sipil.
Kesempatan tersebut tes CPNS tahun 1996 lalu tidak disia-siakan bapak satu orang anak ini. Dia lulus dan diterima menjadi dokter umum di RSUD Manna, Bengkulu Selatan (BS). Setelah diangkat menjadi PNS, ia lama mengabdikan dirinya di rumah sakit tersebut. Hingga akhirnya ia dipercaya menjadi Direktur RSJKO sejak 2011 lalu. “Saya lama mengabdi di RS Manna, sejak diangkat menjadi PNS sampai saya dipercaya menjadi direktur RSJKO ini,” ungkap bapak kelahiran 10 Juni 1966 ini.
Selama menjadi dokter di RS Manna, hanya tiga jabatan sreuktural yang pernah ia emban. Yaikni, Kabid Perawatan, Pelaksana Harian (Plh) Direktur dan Direktur. Jabatan Kabid Perawatan ia emban tahun 2002, sebelum ia melanjutkan pendidikan Manajemen Rumah Sakit di Universitas Gajah Mada (UGM). Tahun 2004 ia berhasil menyelesaikan pendidikan, kemudian langsung diminta bupati BS ketika itu, menjadi Plh Direktur Rumah Sakit Manna. Setelah empat tahun menjadi Plh, kemudian ia dipercaya menjadi direktur definitif.
“Dalam menjalani karir, saya hanya mengikuti arus saja. Sebagai mana air mengalir. Namun jika saya diberi kepercayaan, maka saya akan mengemban kepercayaan tersebut dan melakukannya sebaik-baiknya,” tambahnya.
Dalam menjalanakan kepercayaan, ungkapnya, diantaranya dengan tidak pernah menunda pekerjaan. Karena menurutnya, bekerja di rumah sakit selalu dihadapakan dengan masalah setiap saat. Jika sedikit saja menunda pekerjaan, maka akan semakin banyak pekerjaan dan masalah yang akan ia hadapi selanjutnya. Dan dalam menjalankan pekerjaan tersebut, ujarnya, harus sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya atau Tupoksi yang ada.
Sejak menjadi Direktur RSJKO, ia mengajak bawahannya untuk tidak pernah menunda pekerjaan. Ia selalu mendekatkan diri kepada bawahannya, bahkan ia tidak pernah berada di ruangan untuk bekerja bersama bawahan, selain hanya ada janji. Dengan cara seperti itu,  ia yakin bisa dekat dengan bawahan, sehingga susana kerja penuh dengan cita kekeluargaan. (ARI)

  • Asal Meliala 23 Januari 2014 at 10:37

    MANTAP SILIH