DPRD Merangin Pelajari Pertanian RL

ARY/BE Anggota DPRD Merangin saat melakukan kunjungan kerja ke DPRD Rejang Lebong Kamis (1/2) kemarin. Dalam kunjungan tersebut DPRD Merangin ingin mengetahui mengenai pengembangan pertanian di Rejang Lebong.
ARY/BE Anggota DPRD Merangin saat melakukan kunjungan kerja ke DPRD Rejang Lebong Kamis (1/2) kemarin. Dalam kunjungan tersebut DPRD Merangin ingin mengetahui mengenai pengembangan pertanian di Rejang Lebong.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Untuk mengetahui lebih jauh terkait dengan pertanian khususnya sektor holtikultura di Kabupaten Rejang Lebong, 13 anggota DPRD Kabupaten Merangin Provinsi Jambi, menyambangi DPRD Rejang Lebong pada Kamis (1/2) kemarin.

Anggota DPRD Merangin yang datang ke Rejang Lebong tersebut adalah mereka yang tergabung dalam komisi II DPRD Merangin bersama unsur pimpinan yang dipimpin langsung Ketua DPRD Merangin, H Zaidan SH.I.

Menurut Ketua DPRD Merangin, H Zaidan SH.I kedatangan mereka ke Rejang Lebong guna mendapatkan refrensi terkait dengan pengelolaan pertanian di Kabupaten Rejang Lebong yang sangat terkenal di Kabupaten Merangin yang juga daerah penghasil sayur di Provinsi Jambi. Bahkan karena saking terkenalnya hasil pertanian dari Kabupaten Rejang Lebong, banyak pedagang di Merangin yang mengatakan sayuran yang mereka jual dari Rejang Lebong atau Curup padahal sayur mayur tersebut adalah sayur mayur dari Merangin sendiri.

“Banyak sekali pedagang kita yang mengatakan sayuran yang mereka jual dari Curup ini, padahal sebenarny dari merangin sendiri, oleh karena itu kami ingin mengetahui caranya sehingga sayuran dari Curup ini terkenal sekali,” terang Zaidan.

Senada dengan yang disampaikan Ketua DPRD Rejang Lebong, Ketua Komisi II DPRD Merangin Adnan juga mengungkapkan hal yang serupa bahwa para pedagang sayur di Merangin banyak mengklaim bahwa sayuran yang mereka jual berasal dari Curup, padahal menurutnya banyak yang berasal dari daerah Kecamatan Jangkat yang juga penghasil sayuran.

Oleh karena itu menurut Adnan, anggota Komisi II dan unsur pimnpinan DPRD Merangin datang ke Rejang Lebong untuk mengetahui cara pengelolaan produk pertanian di Rejang Lebong sehingga bisa terkenal.

“Kami ingin mengetahui cara pengelolaanya, sehingga produk kami tidak kalah saing dengan produk pertanian Rejang Lebong ini,” tambah Adnan.

Karena menurut Adnan, dengan masih kalah saingnya hasil pertanian dari Kabupaten Merangin dengan hasil pertanian dari Kabupaten Rejang Lebong, maka saat ini Pemerintah Kabupaten Merangin belum bisa menjadikan hasil pertanian sebagai PAD di daerah mereka.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Rejang Lebong, Zulkarnain Thaib menjelaskan Kabupaten Rejang Lebong merupakan daerah penghasil sayuran di Provinsi Bengkulu. Bahkan selain sayuran Rejang Lebong juga terkenal sebagai penghasil kopi dan gula aren.

“Untuk sentra sayuran di Rejang Lebong ini ada di Kecamatan Selupu Rejang,” terang Zulkarnain.
Terkait dengan yang dialami petani sayuran di Merangin sendiri, menurut Zulkarnain sama dengan yang dialami oleh Kabupaten Rejang Lebong khususnya dan Bengkulu pada umumnya. Dimana selama ini kopi yang dihasilkan di Rejang Lebong saat berada diluar bukan lagi atas nama Rejang Lebong namun sudah dikenal sebagai kopi Lampung.

Hal tersebut dikarenakan kopi yang dihasilkan di Rejang Lebong banyak dikirim ke Lampung, kemudian di Lampung kopi tersebut baru diolah menjadi bahan jadi sehingga terkenal dengan kopi Lampung.
Kunjungan anggota DPRD Merangin kemarin, disambut langsung oleh Ketua DPRD Rejang Lebong M Ali ST, Wakil Ketua I Yurizal MBE SSo, Wakil Ketua II Surya ST dan sejumlah anggota DPRD Rejang Lebong lainnya. (251)