DPRD Dukung Usulan Kades

KOTA MANNA, BE – Dalam rangka memenuhi keinginan para kepala desa yang menginginkan bantuan biaya untuk pembuatan akte kelahiran bagi warga BS yang umurnya sudah di atas 1 tahun mendapat dukungan dari DPRD BS.

Menurut Ketua Komisi C, Hadiar Saito SSos, dalam pembuatan akte tersebut dirinya menyarankan untuk dilakukan pembuatan secara kolektif mirip prona pembuatan sertifikat tanah, namun tidak bias sekaligus dalam satu tahun tetapi secara bertahap. “Misalnya untuk tahun pertama dilakukan pembuatan akte untuk beberapa kecamatan saja, lalu dilanjutkan pada tahun berikutnya hingga semua warga Bengkulu Selatan yang umurnya di atas 1 tahun  memiliki akte kelahiran,” cetus Hadiar.

Pasalnya, kata dia, jika harus dilakukan secara serentak dalam 1 tahun, kemungkinan masih terkendala anggaran, karena APBD BS saat ini sangatlah minim. Sebelumnya Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) BS mengeluhkan besaran dana untuk pembuatan akte kelahiran tersebut.

Menurut mereka, pembuatan akte bagi warga yang sudah berumur di atas 1 tahun  mencapai hampir Rp 1 juta. “Rinciannya biaya sidang pembuatan akte di pengadilan negeri mencapai Rp 600 ribu, ditambah biaya administrasi lainnya sehingga total biaya yang harus dikeluarkan oleh warga yang bersangkutan mencapai Rp 1 juta, terangnya.

Sebab itu Apdesi mengharapkan adanya bantuan dana dari Pemkab BS karena warga BS merasa keberatan dengan biaya pembuatan akte yang besar tersebut.

“Tidak semua warga BS ini kaya, sehingga bisa jadi banyak warga yang umurnya di atas 1 tahun tidak mempu membuat akte. Untuk itu kami sangat mengharapkan agar dana pembuatan akte itu disubsidi dari APBD,” harapnya.(369)