DPRD Dukung Pembenahan BBI

MEDI/Bengkulu Ekspress Anggota Komisi I DPRD Kota Bengkulu meninjau lokasi BBI, kemarin (15/7).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Balai Benih Ikan (BBI) milik Pemerintah Kota Bengkulu yang beralamat di Jalan Citandui Jalur 2 Lapangan Golf, mulai mendapatkan perhatian DPRD Kota Bengkulu. Hal ini terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) Komisi I, kemarin (15/7).

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Hamsi AMd mengatakan karena belum tersentuhnya anggaran selama ini, kondisi BBI seperti terbengkalai.  “Tadi kita lihat sangat tragis kondisinya, kolamnya ada tapi bibit ikan tidak ada, kemudian pakan juga tidak ada terlebih lagi penjaga BBI itu selama ini tidak mendapat honor. Begitu juga dengan keamanannya karena tidak ada pagar,” ujar Hamsi didampingi Ketua Komisi I, Mardiyanti dan anggota lainnya Steven Nawahir, Jaingat Sijabat, dan Bahyudin Basrah.

Menurut Hamsi, BBI yang berdiri di lahan seluas 1 Hektare itu sangat disayangkan jika tidak segera dilakukan pembenahan, dan BBI memiliki potensi dalam penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terutama bisa memenuhi pasokan ikan air tawar untuk masyarakat.

“Menurut kami ini masuk skala prioritas di dalam pembahasan APBD perubahan nanti, karena kita lihat ada potensi disini jika tidak diolah tentu sangat disesalkan,” jelas Politisi PDIP ini.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD kota lainnya, Bahyudin Basrah mengatakan agar tahun ini BBI bisa disentuh dengan anggaran sehingga melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu bisa melakukan pembenahan maksimal untuk BBI tersebut.  “Memang akan kita perjuangkan, kita coba bahas di APBD perubahan mudah-mudahan tim banggar lainnya bisa sama-sama memperhatikan kemajuan BBI ini,” tambah Bahyudin.

Sementar itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bengkulu, Syafriandi ST MSi menerangkan bahwa saat ini BBI memiliki 6 kolam, tetapi tidak bisa dimanfaatkan karena tidak ada benih yang dapat dikembangkan. Jika BBI ini bisa beroperasi pihaknya optimis bisa menghasilkan PAD yang cukup besar dengan perkiraan Rp 300 juta per triwulan. Sebab, saat ini terdapat 6 unit kolam ikan, dan dalam 1 kolam tersebut bisa menghasilkan 5 ton ikan.

Oleh sebab itu, pihaknya pun mengusulkan sebesar Rp 10 miliiar untuk pembenahan BBI tersebut dan menjanjikan jika usulan itu disetujui maka ditargetkan pada akhir Desember 2019 mendatang akan menghasilkan panen hingga 15-30 ton ikan.

“Nanti akan ada proses pembibitan, pakan, tempat pemijahan, instalasi air kolam, pagar dan lainnya. Semuanya tergantung dengan anggaran yang ada, kita siap benahi jika memang tersedia di tahun ini,” ungkap Syafriandi. (805/adv)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*