DPRD Dikepung Pedagang

RIO-PEDAGANG PSR MINGGU MENANGIS DI HADAPAN DEWAN-PROTES PENERTIBAN  (3)BENGKULU, BE – Ratusan pedagang Pasar Minggu mendatangi Kantor DPRD Kota, kemarin. Mereka menuntut kepada dewan untuk melindungi mereka dari penertiban Satpol PP sebelum ada solusi Pemerintah Kota yang memberikan mereka tempat berjualan yang legal.
“Kami sudah berusaha untuk berjualan di Pasar Barukoto II tapi sepi. Dan kalau mau ke sana lagi sekarang sudah tidak ada tempat.¬† Sementara di Pasar Minggu setiap hari kami jadi bulan-bulanan Satpol PP. Kami minta dewan agar melindungi kami dan bangun Pasar Minggu bertingkat sebagai tempat berjualan kami,” kata Ketua Kelompok Pedagang Bersatu, Iwanto Junaidi mengawali hearing dengan DPRD Kota yang menyambut para pedagang.
Sama halnya disampaikan Hanafi, salah seorang pedagang eks Pasar Subuh yang pernah mengalami pemenjaraan selama 4 bulan. Ia berharap, Pemerintah Kota tidak selalu memojokkan mereka sebagai pedagang kaki lima yang berusaha untuk mencari nafkah dengan jalan yang halal. “Sepanjang sejarah, baru kali ini di Bengkulu ada pedagang yang ditangkap dan dipenjara hingga 4 bulan 10 hari. Dimana hati nurani para pejabat di kota ini,” ketusnya.
Teriakan yang sama disampaikan Fatima Boru Situpang. Perempuan paruh baya yang sudah berjualan di emperan Pasar Minggu sejak 1972 ini mengeluhkan beratnya beban sewa lapak yang ia bayar setiap bulannya di Pasar Tradisional Modern (PTM). “Sementara kalau mau berjualan diluar pasar kami terus dihantui oleh Satpol PP. Ayolah pak. Kalian wakil rakyat jangan hanya diam,” omelnya.
Menanggapi permintaan para pedagang ini, Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Suimi Fales SH MH, mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti hal ini dengan cara melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Minggu, pagi ini. Setelah melihat kondisi pasar, ia berjanji akan memanggil sejumlah SKPD Pemerintah Kota yang mengurusi masalah pasar.
“Nanti akan kita cari solusinya yang menguntungkan bagi semuanya. Kita tidak kurang mendukung pedagang agar tetap eksis. Kita akan menindaklanjuti aspirasi bapak ibu ini dengan memanggil sejumlah pihak agar memecahkan persoalan ini,” demikian politis PKB ini menutup hearing.
Hadir dalam hearing ini sejumlah anggota lintas fraksi diantaranya Sofyan Hardi SE, M Awaludin, Hamsi AMd, Ali Kasman Amambar BSC, Ujang Putra SSos. Dari ratusan pedagang, hanya 9 orang perwakilan yang diperkenankan masuk. Hearing ini dijaga ketat oleh aparat. (009)