DPR Soroti Kasus Narkoba di Lapas

RAMAH TAMAH: Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah menggelar ramah tamah dengan anggota DRR RI dan DPD RI serta FKPD Provinsi Bengkulu di Gedung Daerah tadi malam. Foto. Ari/BE
RAMAH TAMAH: Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah menggelar ramah tamah dengan anggota DRR RI dan DPD RI serta FKPD Provinsi Bengkulu di Gedung Daerah tadi malam. Foto. Ari/BE

Ramah Tamah Gubernur

BENGKULU, BE – Komisi III DPR RI menyoroti peredaran Narkoba yang terjadi di Lapas Bengkulu.  Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI  Al Muzzammil Yusuf, saat ramah tamah antara Gubernur Bengkulu dengan Komisi III DPR RI dan DPD RI Dapil Bengkulu di gedung daerah tadi malam.
“Berdasarkan hasil kunjungan komisi III, kami mendapat laporan bahwa peredaran Narkoba di Lapas Bengkulu sangat tinggi.  Dan kita secepatnya akan mencarikan terobosan mengenai masalah ini,” ungkap Al Muzzammil.
Selain menyoroti masalah Narkoba di Lapas, ia juga menyoroti tentang kapasitas Lapas yang sudah mencapai 200 persen.   Terlebih lagi untuk Lapas anak-anak.   Dari hasil kunjungannya ke Lapas Bengkulu, ia melihat catatan penghuni kamar khusus anak-anak hanya terisi lima namun saat dikunjungi kekamarnya ternyata sudah mencapai 20 anak.  Dan jika menunggu pembangunan Lapas baru, ia khawatir jumlah penghuninya semakin bertambah.
“Terobosan yang kita bicarakan untuk masalah ini adalah bekerja sama dengan pondok pesantren,” ujarnya.
Yang masuk ke pesantren  adalah anak-anak yang sudah baik.  Tapi terobosan ini perlu kerjasama yang baik antara pihak Lapas dengan pesantren.  Dan jika ini berjalan baik, tidak menutup kemungkinan akan dicontoh daerah lain. Selain itu ia menyikapi anak yang menjadi penghuni Lapas tidak bisa meneruskan pendidikannya.  Seharusnya kita bisa mencontoh Mesir tentang pendidikan yang terus berlangsung di dalam Lapas.  Di Mesir, penghuni Lapas masih bisa melanjutkan pendidikannya, bahkan adanya yang mencapai strata dua.  “Mereka bukan orang-orang buangan, mereka masih bisa melanjutkan pendidikan seperti yang diamanatkan konstitusi tentang wajib belajar,” tambahnya.
Diakhir sambutannya ia mengucapkan terima kasih atas sambutan dan jamuan yang diberikan kepada rombongan Komisi III DPR RI.  Sementara itu Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah dalam sambutannya  mengatakan tingginya angka Narkoba di Provinsi Bengkulu salah satu penyebabnya adalah karena minimnya lapangan pekerjaan.  Ia meminta doa dan dukungan dari semua pihak agar Provinsi Bengkulu bisa membuka peluang  masuknya investor.
“Dengan masuknya investor akan membuka peluang lapangan pekerjaan dan dapat menekan angka pengangguran dan kriminal di Bengkulu,” ujar sang Gubernur Bengkulu.
Selain itu ia juga mengapresiasi kinerja Polda dan Kajati yang telah membuat kondisi aman.  Diakhir sambutannya ia mengucapkan terima kasih kepada rombongan dari Komisi III DPR RI dan anggota DPD RI Dapil Bengkulu yang telah berkunjung ke Bengkulu.  Acara ramah tamah ini diawali dengan makan bersama yang kemudian dilanjutkan dengan acara sambutan dan diakhiri dengan acara hiburan.  Turut hadir dalam ramah tamah ini Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas, istri Sri Sultan Hamengkubuwono X. selain itu turut hadir segenap unsur FKPD Provinsi Bengkulu serta tamu undangan lainnya. (cw2)