Dosen Terjaring Mesum

IMG00509-20131227-2341BENGKULU, BE – Sabtu malam (27/12) dari pukul 21.00 WIB sampai dengan 00.00 WIB Satpol PP mengamankan PNS Kesehatan kota yang juga seorang dosen disalah satu Sekolah tinggi kesehatan di Bengkulu.  HP (35) warga Rt 09 Rw 04 Kelurahan Pagar Dewa kecamatan Selebar Kota Bengkulu bersama pasanganya yang berinisial S (45) warga Rt 19 Rw 04 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar yang pekerjaanya merupakan pegawai Swasta.
HP dan S tersebut terjaring diruang penginapan di Resto Jenggalu saat razia itu. Dari penelusuran, penangkapan tersebut sempat dihalang-halangi Hp, ia mengaku bahwa S tersebut merupakan suami sahnya. Namun saat diperiksa kartu identitasnya HP dan S ternyata beralamatkan berbeda.
“Saya ini bekerja di Bengkulu, saya ini dosen,” katanya saat hendak ditangkap oleh petugas.
Karena tidak ada bukti menunjukkan bahwa mereka pasangan muhrim, akhirnya oleh petugas Satpol PP, dosen mesum tersebut digiring ke mobil Satpol PP untuk dibawa ke kantor dan di periksa. “Saya tidak mau disorot-sorot saya malu nanti mahasiswa saya tahu dan lihat di media,” Katanya.
Dia mengatakn, bahwa dia merupakan dosen mengajar di salah satu sekolah tinggi kesehatan di Bengkulu. Tidak hanya itu ia juga mengatakan bahwa dia Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan Kota Bengkulu.
Dengan personel 40 Satpol PP dan anggota Sabhara Polres Bengkulu  berhasil menjaring 32 orang diantaranya 6 orang yang dirazia tanpa membawa kartu identitas dan 13 pasangan yang diduga mesum. Dari 13 pasangan tersebut terdapat 2 laki-laki dan satu wanita dalam satu kamar.
Kepala Satpol PP Jahin L SSos mengatakan, razia dimulai dari kawasan Kelurahan Tanah Patah, Lingkar Timur dan Pantai Panjang. Dari kawasan tersebut razia diperintahkan untuk hotel dan cafe di kawasan tersebut.
untuk tindakan pidana ringan (Tepiring) tidak bisa dilakuakn hari sabtu dan minggu, karena hari tersebut pengadilan libur.
“Kita tidak berniat untuk menggangu aktifitas warga, namun dalam hal ini adalah tugas kami untuk mengamankan penyakit masyarakat di Kota Bengkulu,” katanya. (cw3)