Dorong UMKM Manfaatkan E-Commerce

e-commerce
e-commerce

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bengkulu harus berevolusi dengan meningkatkan kapasitas produksi dan meluaskan pemasaran. Salah satunya memanfaatkan teknologi pemasaran online (e-commerce).

Banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) baru berkiprah di pasar lokal dengan jangkauan penjualan hanya di wilayah tertentu. Padahal mutu produknya tidak kalah baik dari produk luar negeri.
Para pelaku UMKM di Provinsi Bengkulu diajak untuk memanfaatkan teknologi pemasaran online (e-commerce) untuk memperluas pasar.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu, H Muslih Z M.Si mengatakan, perkembangan UMKM di Provinsi Bengkulu masih terhambat pada persoalan klasik yakni kesulitan modal dan kesulitan pemasaran.
Kedua hambatan utama ini selain memperlambat usaha dan juga dapat mematikan UMKM yang ada sehingga nantinya berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bengkulu.

“UMKM di Bengkulu harus berevolusi dengan meningkatkan kapasitas produksi dan meluaskan pemasaran,” ujar Muslih, kemarin (27/1).

Keberhasilan UMKM dalam berevolusi yaitu dengan mengembangkan usaha dan meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas pasar. Untuk itu, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Bengkulu pada tahun 2018 ini akan kembali fokus melakukan penguatan terhadap keberadaan UMKM yang jumlahnya saat ini mencapai 2.419 ini agar menghasilkan produk unggulan lokal juga membuat kawasan sentra hasil UMKM Provinsi Bengkulu.

“Kami terus berupaya agar produk yang dihasilkan berkualitas dan mampu bersaing sehingga UMKM bisa bersaing secara global dan terus tumbuh,” lanjut Muslih.

Didukung dengan keberadaan gedung baru milik Dinas Koperasi dan UKM Provinsi, mulai tahun ini akan digelar Geleri Hasil UKM se-Provinsi Bengkulu dengan pemasaran produk unggulan lokal seperti, Batik Basurek, Sirup berbahan Jeruk Kalamansi, serta aneka kuliner.

“Kami akan berupaya agar produk-produk hasil UMKM memiliki daya saing tidak saja di pasaran lokal, tetapi juga nasional dan internasional,” lanjut Muslih.

Keberadaan galeri hasil UKM tersebut juga bertujuan untuk memperkuat keberadaan UKM itu sendiri. Untuk itu diminta dalam pelaksanaannya nanti bisa dilakukan secara bersama-sama agar UKM yang ada di daerah yang dulunya berjuang sendiri-sendiri dalam menjual produknya bisa saling bekerja-sama.

“Kami berharap, produk-produk UKM tersebut bisa laku dipasaran sehingga bisa mendorong peningkatan pendapatan penggiat UKM, dan menurunkan angka kemiskinan serta penguatan modal UKM itu sendiri,” tukas Muslih.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Endang Kurnia Saputra mengatakan, dalam segi permodalan kredit UMKM pada 2017 lalu berdasarkan skala usahanya pangsa penyaluran kredit masih didominasi oleh kredit UMKM skala kecil dengan penyaluran mencapai Rp 2.879 Miliar (42 persen), diikuti oleh UMKM skala mikro sebesar Rp 2.424 Miliar (35 persen), dan skala menengah Rp 1.559 Miliar (23 persen) sehingga secara total rata-rata penyaluran kredit UMKM mencapai 34.50 persen.

“Penyaluran kredit di Bengkulu sudah baik sehingga UMKM di Bengkulu diupayakan lagi agar tidak terjadi kendala permodalan yang berarti,” ujar Endang.

Kinerja penyaluran Kredit UMKM Pada 2017 lalu juga cukup baik dimana terjadi pertumbuhan kredit UMKM skala Mikro sebesar 6,79 persen (yoy), Kredit UMKM skala kecil Juga tercatat tumbuh sebesar 25,42 persen (yoy) dari priode sebelumnya, namun kredit UMKM skala menengah terjadi perlambatan dengan tumbuh 31.68 persen.

“Kinerja penyaluran kredit untuk UMKM tumbuh dengan baik dan diharapkan bisa terus meningkat dan mampu mengatasi kendala-kendala UMKM yang ada,” sambung Endang.

Meningkatnya kinerja penyaluran kredit UMKM sejalan dengan peraturan BI yang mengatur capaian penyaluran kredit UMKM bagi setiap bank pada akhir 2017 adalah sebesar 10 persen. Apabila bank umum belum memenuhi ketentuan tersebut maka bank umum tersebut akan dikenakan pengurangan jasa giro.

“Kenaikan ini sesuai dengan imbauan BI dimana perbankan harus memaksimalkan penyaluran kredit kepada UMKM agar bisa memajukan perkeonomian Bengkulu melalui tumbuhnya sektor UMKM,” tutup Endang.

Sementara itu, Pakar Ekonomi, Professor Dr Kamaludin SE mengatakan, dalam hal pemasaran Pemerintah Provinsi Bengkulu harus dapat membatu para pelaku UMKM untuk memasarkan produk UMKMnya melalui e-commerce. Pemasaran produk melalui e-commerce sudah difokuskan oleh pemerintah pusat dengan menargetkan pada tahun 2020 akan ada 6 juta UMKM go digital.

“Sehingga sebanyak 2 ribu lebih UMKM di Provinsi Bengkulu juga harus bisa go digital agar bisa berkontribusi kepada negara dan daerah,” ujar Kamaludin.

Data menyebutkan, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2017 lalu cukup besar yakni mencapai lebih dari 60.34 persen. Ini berarti sebanyak 60,34 juta UMKM di Indonesia sudah berkontribusi untuk negara walaupun hanya 9 persen yang sudah menerapkan pemasaran e-commerce. Sementara itu, UMKM di Bengkulu baru 25 persen yang menggunakan e-commerce, padahal jika ditingkatkan maka sumbangan UMKM terhadap PDB dan PDRB juga akan semakin besar.

“Kalau UMKM memanfaatkan e-commerce maka potensi pasar juga semakin besar, potensi yang besar itu tergambar dari besarnya transaksi e-commerce yang terjadi selama ini,” lanjut Kamaludin.

Seperti diketahui, transaksi e-commerce didunia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 20.2 persen per tahun. Diperkirakan, puncak pertumbuhan e-Commerce dunia terjadi pada 2020 dengan tumbuh 40,56 persen dimana grafik pertumbuhannya memang cenderung meningkat.

Pada 2014 lalu tumbuh 13,36 persen, di 2015 tumbuh 15,48 persen, di 2016 tumbuh 19,15 persen, dan 2017 tumbuh 23,52 persen.

“Pada 2018 ini, pertumbuhan e-Commerce dunia diperkirakan mencapai 28,60 persen dan pada 2019 tumbuh 34,18 persen dan pada 2020 diperkirakan tumbuh 40,56 persen sehingga potensi pemasaran juga sangat besar,” jelas Kamaludin.

Potensi pemasaran yang sangat besar tersebut mampu menjadi kekuatan ekonomi bagi pelaku UMKM di Provinsi Bengkulu. Bahkan kekuatan ekonomi tersebut nantinya akan menjadi salah satu sumber pedapatan bagi daerah hingga mampu meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga 7 persen. Tidak hanya itu, UMKM yang sudah mulai tersentuh oleh teknologi digital juga dapat meningkatkan kesempatan kerja 1.5 kali dan daya inovasi hingga 17 kali.

“Jadi potensi yang akan didapat pelaku UMKM jika menggunakan e-commerce akan sangat baik kedepannya,” tutur Kamaludin.

Pihaknya mengajak semua pelaku UMKM di Provinsi Bengkulu untuk bisa menggunakan e-commerce agar bisa memasarkan produknya ke seluruh dunia hingga dikenal luas sebab kualitas produk UMKM Bengkulu sangat baik. Selain itu, memanfaatkan e-commerce juga akan membuat penjualan meningkat sekaligus bisa menjadi penguatan modal bagi UMKM itu sendiri.

“Mari manfaatkan teknologi untuk memasarkan produk agar kendala klasik seperti permodalan dan pemasaran bisa teratasi dengan baik,” tutup Kamaludin. (999)

 

Data UMKM di Provinsi Bengkulu

Wilayah Jumlah
Bengkulu Utara 131
Mukomuko 86
Rejang Lebong 318
Kepahiang 177
Lebong 98
Bengkulu Selatan 256
Seluma 197
Kaur 128
Kota Bengkulu 901
Bengkulu Tengah 127
Provinsi 2.419

 

Penyaluran Kredit UMKM di Provinsi Bengkulu

UMKM skala kecil Rp 2.879 Miliar
UMKM skala mikro Rp 2.424 Miliar
UMKM skala menengah Rp 1.559 Miliar

 

Potensi UMKM Memanfaatkan E-Commerce

 

§  Pemasaran Produk Hingga Keluar Negeri
§  Meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Hingga 7 persen
§  Meningkatkan Kesempatan Kerja 1.5 kali

§  Meningkatkan Daya Inovasi hingga 17 kali

§  Mampu Meningkatkan Transaksi Bisnis

 

Pertumbuhan Transaksi E-Commerce Dunia
Tahun Pertumbuhan (%)
2014 13,36
2015 15,48
2016 19,15
2017 23,56
2018 28,60
2019 34,18
2020 40,56