Dorong Tenis Ciptakan Atlet-atlet Berprestasi

YouTube video

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti), Rildo Ananda Anwar resmi melantik, M Agustian ST sebagai Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Pelti Provinsi Bengkulu periode 2018-2023. Dalam pelantikan itu, Ketum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar mengatakan, olahraga tenis ini menjadi olahraga kebanggaan Indonesia.

Sebab, dalam pesta olahraga Asian Games tahun 2018 lalu, tenis menjadi olahraga penyumbang emas untuk di Indonesia. Untuk itu, olahraga tenis harus terus didorong untuk menciptakan atlet-atlet berprestasi. “Untuk buat olahraga tenis ini tetap maju, maka tidak cukup dengan cinta, tapi juga harus menggilai olahraga ini,” terang Rildo dalam sambut usai pelantikan pengurus Pengda Pelti Provinsi Bengkulu, di Nala Hotel Bengkulu, kemarin (21/1).

Tidak hanya di Asian Games, untuk kelas internasional, Indonesia juga telah ambil posisi berpresatasi. Sebab, atlet junior tenis Indonesia masuk 8 besar pada kejuaraan kelas dunia. “Kelasnya tidak hanya di asian games saja, tapi sudah ke internasional,” ungkapnya.

Agar tetap bisa mempertahankan prestasi itu, lanjut Rildo, maka pengurus Pelti harus tetap ikut terlibat langsung mendorong olahraga tenis tersebut. Termasuk menciptkan bibit-bibit baru, altet berprestasi mulai dari daerah. “Ini pengorbanan. Tidak ada pengurus itu mendapatkan keuntungan pada olahraga tenis ini. Yang ada pengorbanan waktu dan pengorbanan segala-galanya,” tambah Rildo.

Menurutnya, potensi atlet tenis di Bengkulu ini sudah banyak. Tinggal lagi dikembangan dalam pembinaan dan didorong untuk terus berlatih, hingga bisa menjadi terbaik, untuk Bengkulu dan Indonesia. “Pemain tenis di Bengkulu ini banyak dan potensinya sangat besar sekali,” tegasnya.



Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Provinsi Bengkulu, Mufran Imron mengatakan, pengurus Pelti Bengkulu ini menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang tidak ada kegaduhaan. Atas hal itu, tahun ini KONI menggelontorkan anggaran sebesar Rp 500 juta kepada Pelti untuk melakukan pembinaan dan mencari atlet-atlet tenis terbaik untuk Bengkulu. “Ini menjadi menjadi contoh untuk cabor lain. Karena tidak pernah ada kegaduhaan,” ujar Mufran.

Mufran meminta Pelti bisa fokus menjadi bibit-bibit terbaik atlet tenis, khususnya untuk dikirim ke Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun depan. Jika altet tenis Bengkulu bisa menyumbangkan emas, maka ia menjanjikan anggaran untuk Pelti akan dinaikan sampai Rp 1,5 Miliar. Sebab, berkaca pada PON tahun 2018 lalu, Bengkulu terpuruk tidak ada mendapatkan mendali dan menjadi peringkat ke 33 dari 34 provinsi di Indonesia. “Kalau di PON nanti dapat emas, maka kita naikan lagi anggaranya sampai 3 kali lipat,” katanya.

Disamping itu, Mufran juga meminta, event tenis tingkat nasional bisa digelar di Bengkulu. Jika ini bisa dilakukan, maka hal ini akan mengangkat nama Provinsi Bengkulu tingkat nasional. “Kalau bisa event nasional itu bisa digelar di Bengkulu. Karena kita ketahui, olahraga tenis ini tidak hanya diminati menengah keatas saja, tapi masyarakat umum dan anak-anak sudah banyak memainkan olahraga ini,” ungkap Mufran.

Disisi lain, Ketua Pengda Pelti Provinsi Bengkulu, M Agustian ST mengatakan, dalam masa periode kedepan, pengurus Pelti Bengkulu akan tetap berkomitmen bisa mencetak atlet-atlet berprestasi. “Kami akan terus berupaya meningkatkan kinerja, untuk memajukan tenis di Bengkulu,” terang Agus.

Untuk atlet tenis berpresasi di Bengkulu sendiri sudah banyak dan merata. Bahkan pada event tingkat Sumatera, atlet tenis Bengkulu selalu masuk final, merebut juara satu dan dua. “Untuk atlet umur 14 kebawah, kita selalu masuk final. Mudah-mudahaan kedepan, bisa lebih baik lagi,” tutupnya. (151)