Dokter Spesialis Tutup Pelayanan Poli, Pelayanan RSUD Mukomuko Terganggu

Plt. Direktur RSUD Mukomuko: dr. Syafriadi, Sp.PD.

MUKOMUKO, bengkuluekspress.com – Sebanyak 13 orang dokter spesialis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mukomuko, terhitung Senin, (19/5/2021) menutup pelayanan poli klinik.

Hal ini dikarenakan adanya aksi protes mogok kerja dari dokter spesialis, lantaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang bakal mereka terima turun drastis. Belum diketahui kapan dokter spesialis akan kembali membuka pelayanan di poli ini.

Diketahui sebelumnya TPP yang diterima dokter spesialis selama ini sebesar Rp 30 juta per bulan. Namun di tahun 2021 ini, karena ada regulasi baru, TPP dokter spesialis dibayangkan hanya kisaran antara Rp 4 juta hingga Rp 6 juta per bulan.

Bupati Mukomuko, H. Sapuan, SE., MM., Ak., CA., CPA menegaskan kisruh soal TPP sehingga menyebabkan dokter spesialis mogok kerja di pelayanan poli klinik RSUD Mukomuko, disebabkan oleh kinerja Pemkab Mukomuko sebelumnya.

“Ini kinerja masa lalu, bukan hari ini. Tolong, dicatat ya. Keputusan Kemendagri tentang TPP merupakan kebijakan masa lalu sebelum saya dilantik sebagai Bupati Mukomuko itu poin pentingnya,” ungkap Bupati ketika dikonfirmasi usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Mukomuko, Senin (19/4/2021).

Bupati mengaku, ia sudah beberapa kali bertemu dan membahas persoalan ini bersama dokter spesialis RSUD Mukomuko. Menurutnya, seharusnya dokter spesialis tidak perlu melakukan aksi tersebut. Sebab, saat ini pihaknya sedang mencari solusi.

“Kami, dalam hal ini Pemerintah Daerah, sudah bertemu beberapa kali. Berdiskusi mencari solusi. Harapan kami seharusnya tidak perlu mogok dan mohon bersabar karena solusi tengah upayakan,” bebernya.

Bupati Sapuan juga menyampaikan, saat ini pihaknya sudah mengusulkan perubahan ke Kemendagri mengenai terkait TPP di Kabupaten Mukomuko.

“Pemerintah yang baru (Sapuan-Wasri) sudah mengusulkan berkas ke Kemendagri agar bisa dilakukan penyesuaian-penyesuaian mengenai TPP ini,” demikian Sapuan.

Plt Direktur RSUD Mukomuko, dr. Syafriadi, Sp.PD. juga membenarkan kalau belasan dokter spesialis RSUD Mukomuko mogok pelayanan di Poli Klinik. Ia juga membenarkan itu bagian dari aksi protes soal TPP.

Ia mengatakan, dokter spesialis yang mogok pelayanan di Poli Klinik ini tidak memberitahukan secara resmi melalui surat ke Manajemen RSUD. Sehingga pihaknya tidak bisa menindak lanjuti aksi ini dengan menyampaikan pengumuman kepada masyarakat.

“Termasuk sampai kapan juga kita tidak tahu. Tapi harapan kita tidak lama,” ujar Syafriadi ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (19/4/2021).

Kendati adanya penutupan di poli, Syafriadi memastikan dokter spesialis tetap melayani jika kondisi darurat. Darurat dalam artian mengancam nyawa.

“Pelayanan loli itu, sifatnya rawat jalan. Tapi kalau darurat, harus operasi atau ada penanganan darurat mereka tetap melayani. Mereka juga sekarang hadir, ada di rumah sakit,” ungkapnya.

Dari pantauan wartawan pada hari Senin (19/4) sekira pukul 10.00 WIB, ada beberapa orang keluarga pasien yang merasa kecewa lantaran keluarganya yang sakit tidak bisa ke pelayanan poli.

Salah seorang warga dari Kecamatan Teras Terunjam yang mengaku bernama Agus Suarli sempat mendatangi ruang Direktur RSUD menanyakan kenapa Poli Klinik tutup.

Tidak hanya Agus, salah seorang warga dari Kecamatan Air Rami bernama Alwi sempat berbicara dengan nada sedikit emosional akibat Bapaknya yang sedang sakit tidak bisa dilayani di bagian Poli.

“Kami ini dirujuk ke RSUD. Rabu kemarin kami sudah ke sini, diminta balik dulu. Sekarang kami ke sini (RSUD), berangkat habis sahur tadi. Sampai disini tidak bisa berobat. Lihat sendiri sudah kayak pengemis bapak saya duduk kesakitan di teras itu. Kami ini berobat ke RSUD Mukomuko ini karena tidak ada pilihan, karena kami orang miskin. Bapak saya juga berobat pakai Jamkesmas,” ucap Alwi

Namun setelah diberikan penjelasan dan arahan oleh dr. Syafriadi selaku Direktur RSUD, akhirnya para pasien Poli diarahkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta langsung mendapat tindakan lebih lanjut.

“Bapak yang dari Air Rami tadi sudah ditangani, rencananya akan segera di operasi. Tadi Beliau mendapat penanganan dulu di IGD, terus akan segera dioperasi,” Demikian Syafriadi menginformasikan ketika berjumpa lagi di gedung DPRD Mukomuko usai Sidang Paripurna. (end).

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*