Dokter Spesialis Masih Kurang

BENGKULU, BE – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur H Junaidi Hamsyah mengatakan bahwa selama ini RSUD M Yunus dan RSJKO Soeprapto mengalami kekurangan dokter spesialis. Ini menjadi persoalan dalam pelayanan kesehatan selama ini. “Rumah sakit ini masih kurang tenaga medis sub spesialistik. Tenaga spesialistik diperlukan untuk memenuhi standar pelayanan rumah sakit kelas B pendidikan,” katanya. Beberapa dokter yang dibutuhkan rumah sakit itu antara lain dokter ahli phatologi anatomi, ahli pathologi klinik, ahli rehabilitasi medik, ahli forensik, ahli jiwa. “Dokter ini sangat dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat,”katanya. Selain itu Junaidi mengatakan, rumah sakit umum juga masih membutuhkan tambahan sarana bangunan. “Saat ini luasnya belum sesuai dengan standar kebutuhan, belum memiliki ruangan perawatan paru dan perawatan anak secara khusus,” ujarnya. Ia mengatakan solusi yang diharapkan adalah alokasi penambahan dana yang memadai guna meningkatkan kualitas maupun kuantitas pelayanan. Tahun 2011 untuk layanan kesehatan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 165 M dan realisasi sebesar Rp 162 M. Angaran tersebut Rp 21 M untuk Dinas Kesehatan Provinsi dan Rp 125 miliar untuk RSUD M Yunus dan Rp 18 M untuk RSJKO Soeprapto.

Terpisah, Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Wilayah Bengkulu dr Hamzah mengatakan, kekurangan tenaga dokter di Bengkulu akan teratasi pada 2015. “Sejalan dengan keberadaan Fakultas Kedokteran di Universitas Bengkulu yang akan menghasilkan lulusan kedokteran pada tahun 2015,” katanya.
Hamzah mengatakan, Provinsi Bengkulu masih membutuhkan 500 orang tenaga dokter untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan, terutama di sembilan kabupaten. Lulusan mahasiswa kedokteran dari Universitas Bengkulu diharapkan dapat menutupi kekurangan tenaga kesehatan di daerah ini. “Angkatan pertama dimulai tahun 2008. Jadi paling lambat tahun 2015 sudah ada tenaga dokter yang siap terjun ke lapangan,” tambahnya.
Selain kekurangan tenaga dokter umum dan spesialis, distribusi tenaga medis tersebut juga belum merata sehingga perlu pembenahan. Apalagi daerah terpencil seperti Pulau Enggano dan sejumlah daerah di pelosok sangat minim tenaga dokter. Ditambah lagi persoalan banyaknya tenaga dokter yang tidak bersedia ditempatkan di daerah terisolir meski pemerintah menyediakan tunjangan khusus.”Alasan utama mereka adalah pendidikan yang kurang memadai untuk anak-anaknya sehingga mereka menolak bertugas di daerah terpencil,” katanya.Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Zulman Zuhri mengatakan, selain tenaga dokter umum, Provinsi Bengkulu juga membutuhkan sedikitnya 100 dokter berbagai bidang spesialis.”Setidaknya perlu 100 dokter spesialis karena saat ini hanya ada 25 orang yang sebagian besar membuka praktik di Kota Bengkulu,” katanya.

Zulman mengatakan, keberadaan dokter spesialis di sembilan kabupaten lainnya, khususnya kabupaten pemekaran masih menjadi barang langka. Semua bidang spesialis masih kekurangan karena sebagian dokter spesialis tidak bertahan di Bengkulu dengan berbagai alasan. “Dokter spesialis kulit hanya ada seorang, yang saat ini bertugas di RSUD Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Dokter spesialis lainnya yang perlu ditambah, antara lain dokter jantung, mata, THT, spesialis bedah, penyakit dalam, Ortopedi dan lainnya,” tuturnya.(100)