Dody Jabat Kepala KSOP

YouTube video

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Drs Dody Triwahyudi MSTr resmi menjabat sebagai Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Pulau Baai Bengkulu. Sementara M Junaidin SH Kepala KSOP Kelas II Pulau Baai Bengkulu sebelumnya harus dipindah menjadi Kepala KOSOP Pelabuhan Lembar Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam kesempatan serahterima jabatan (sertijab) itu, Junaidin mengatakan, tugasnya selama 1,3 tahun di Bengkulu menjadi hal berat untuk pindah.

“Sebenarnya berat untuk pindah, karena banyak yang masih harus dibangun di Bengkulu,” ujar Junaidin dalam sambutan sertijab di Hotel Santika Bengkulu, kemarin (23/1).

Dikatakannya, selama dirinya bertugas di Bengkulu banyak hal yang telah dilakukan. Salah satunya dengan mendorong pengerukan alur pelabuhaan Pulau Baai Bengkulu sampai dengan kedalaman 10 meter. Kemudian mendorong upaya transhipment melalui Bengkulu. Karena selama ini, transhipment itu tidak pernah dilakukan di Bengkulu. Sehingga neraca ekspor bata bara dari Bengkulu tidak pernah meningkat. “Sekarang sudah dari Bengkulu transhipment. Ini harus dipertahankan,” paparnya.

Lalu, beberapa hal yang masih belum diselesaikan. Seperti dorongan untuk membuat kawasan ekonomi khusus (KEK) yang diplopori oleh Gubernur Bengkulu dan ditanggungjawabkan oleh PT Pelindo Bengkulu belum bisa teraliasai sampai sekarang. Meski demikian, dirinya tetap optimis KEK itu akan hadir di Bengkulu. “Dengan semangat pak gubernur kita yakin KEK itu bisa direalisasikan. Karena program nasional itu akan mengangkat nama Bengkulu ke nasional. Kalau tidak ada program nasional sulit untuk terangkat namanya,” tambah Junaidin.

Kemudian, penataan curah cair dan curah kering di pelabuhaan juga bisa dilakukan. Karena hal ini juga akan membuat ekonomi Bengkulu bergerak, atas hasil ekspor tersebut. “Beberapa masih kecil itu nanti bisa diselesaikan dengan kepala baru,” terangnya.



Sementara itu, Wakil Ketua (Waka) I DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto MBa mengatakan, banyak potensi sumber daya alam (SDA) di Bengkulu ini yang patut untuk dikembangkan. Namun demikian, juga butuh dorongan infrastruktur sebagai penunjang fasilitas. “Kedepan pemerintah bisa saling sinergi dan dukungan PT Pelindo untuk menggerakan ekonomi Bengkulu,” ujar Suharto.

Disamping itu, rencana Gubernur membangun KEK di Pelabuhaan Pulau Baai Bengkulu juga harus didorong untuk disiapkan mulai sekarang. Sehingga upaya itu bisa dirasakan masyarakat secara luas. “Kalau kerjanya sama-sama, maka bisa dirasakan secara bersama-sama untuk Bengkulu,” tuturnya.

Disisi lain, Kepala KSOP Kelas III Pulau Baai Bengkulu, Drs Dody Triwahyudi MSTr mengatakan, apa yang menjadi tugasnya di Bengkulu akan diselesaikan. Termasuk beberapa masalah kecil, seperti KEK, alur, penataan curah cair dan kering serta transhipment juga akan didisukusi bersama. “Pelabuhaan ini pintu gerbang ekonomi Bengkulu. Karena dari sisi darat, volume ekonomi tidak terlu banyak. Maka itu kita akan terus dorong,” pungkas Dody. (151)