DLH Tebang Pohon Berbahaya

ARY/Bengkulu Ekspress
Petugas saat membersihkan pohon yang tumbang di Jalan Iskandar Ong Kota Curup, Senin (27/9) kemarin. Pasca tumbangnya pohon yang merenggut korban jiwa beberapa waktu lalu, DLH Rejang Lebong mulai menebangi pohon yang dinilai berbahaya.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Pasca tumbangnya satu batang pohon di Jalan Sukowati yang menelan korban jiwa beberapa waktu lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rejang Lebang telah melakukan penebangan terhadap sejumlah pohon yang dinilai berbahaya. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan DLH Rejang Lebong Heni Kurniati mengungkapkan hingga kemarin setidaknya sudah 14 pohon pelindung di Kota Curup yang dinilai berbahaya telah mereka tebang.

“Saat ini sudah ada 14 batang pohon yang kita tebang karena dinilai berbahaya,” terang Heni saat dijumpai disela-sela kegiatan pemotongan pohon tumbang di Jalan Iskandar Ong, Senin (23/9) kemarin.

Menurut Heni pohon-pohon yang telah mereka tebang tersebut adalah pohon-pohon jenis jarak dan trembesi. Kondisi pohon yang mereka tebang tersebut memang sudah rapuh baik karena terlalu rimbun atau karena mati. Untuk pohon-pohon pelindung yang mati sendiri, menurut Heni selain karena faktor usia pohon juga karena ulah oknum masyarakat seperti membakar sampah di bawah pohon maupun sengaja membuat pohon tersebut mati dengan cara membuang kulit bagian bawah pohon.

“Pohon-pohon yang kita tebang ini adalah pohon jenis jarak dan trembesi baik yang sudah mati ataupun yang sengaja dimatikan masyarakat,” paparnya.

Lebih lanjut Heni menjelaskan, selain 14 batang pohon yang telah mereka tebang tersebut, pihaknya juga telah melakukan inventarisir pohon-pohon yang berbahaya dan akan segera mereka tebang dalam waktu dekat ini. Beberapa pohon yang sudah masuk daftar untuk ditebang tersebut seperti di depan SMPN 1 Rejang Lebong, didepan SDN 2 Rejang Lebong, di Jalan Suprapto Kelurahan Talang Rimbo Lama, di Jalan Sukowati.

Kemudian beberapa pohon di Jalan Ahmad Marzuki dan Jalan Iskandar Ong serta beberapa lokasi lainnya.”Karena keterbatasan personel serta melihat kondisi cuaca maka penebangan kita lakukan secara bertahap,” papar Heni.Dalam proses penebangan pohon-pohon yang dinilai berbahaya tersebut, menurut Heni pihaknya bekerjasama dengan sejumlah pihak terkait seperti PLN, Telkom, Dinas PM PTSP Rejang Lebong.



Sementara itu, untuk pohon-pohon Mahoni yang ada disepanjang jalan Sukowati Curup, Heni memastikan pohon-pohon tersebut akan tetap dipertahankan oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Karena menurut Heni untuk membuat pohon-pohon Mahoni menjadi besar seperti di Jalan Sukowati tersebut membutuhkan waktu yang lama sehingga menurutnya sangat sayang bila ditebang. Hanya saja menurut Heni yang akan mereka lakukan yaitu melakukan penataan dengan memangkas pohon-pohon tersebut sehingga menjadi rapi dan tak membahayakan masyarakat.”Kami juga berharap kepada masyarakat terutama saat angin kencang dan hujan untuk tidak berteduh dibawah pohon karena sangat berbahaya,” pesan Heni.

Di sisi lain, berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress, angin kencang yang bertiup di Kota Curup kemarin membuat sejumlah pohon jenis trembesi tumbang atau dahannya patah. Potoh trembesi yang patah atau tumbang kemarin seperti di Jalan Iskandar Ong dan Jalan Merdeka tepatnya didepan GOR Curup.(251)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*