DLH Gelar Persiapan Adipura

APRIZAL/Bengkulu EkspressĀ Wabup Arie Septia Adinata memberikan arahan dalam ekspose persiapan Adipura 2019, kemarin.

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress– Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara (BU) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan ekspose persiapan Adipura tahun 2019 serta Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) Kabupaten Bengkulu Utara dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Kegiatan ini berlangsung di ruang Pola Setdakab Bengkulu Utara, kemarin (8/5), yang dihadiri Wabup Arie Septia Adinata SE MAP dan seluruh Kepala SKPD dan stakeholder terkait.

Ketika ditemui usai ekspose tersebut, Wabup Arie Septia Adinata mengatakan kegiatan untuk melakukan strategi yang konkret dan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mendapat piala Adipura 2019. “Ya dari kegiatan ini DLH sudah memaparkan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan,” kata Arie. Arie menambahkan, untuk Jakstrada, sudah ada dan telah dibuat di tahun 2018. Jakstrada ini merupakan salah satu syarat utama dalam penilaian piala Adipura.

“Satu nilai tambahan dimana tahun 2018 Jakstrada sudah dibuat dan satu satunya kabupaten di Provinsi Bengkulu yang telah memiliki Jakstrada ini,” ungkapnya.

Arie berharap dengan adanya kegiatan ini seluruh jajaran SKPD stakeholder terkait jangan berjalan di tempat tanpa ada aksi yang dilakukan. “Kita berharap jangan sampai disini saja, hanya sekedar rapat saja tanpa ada aksi yang dilakukan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala DLH Bengkulu Utara Ir Alfian MM menuturkan bahwa penilaian Piala Adipura tahun 2019 ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun 2019 ini ada dua hal yang penting, pertama adalah penilaian Jakstrada. Setiap deaerah yang mengikuti piala Adipura harus memiliki Jakstrada. Kedua, harus memiliki TPA yang tidak open dumping. “Kedua hal ini yang harus dioptimalkan,” ungkapnya.

Selian itu, Alfian juga menyampaikan ada dua kriteria yang harus dilakukan, pertama, penilaian dokumen dimana pengurangan sampah harus 20 persen dan kedua pengelolaan sampahnya harus 80 persen.”Untuk melakukan pengurangan sampah ini lah kita harus melakukan penguatan pengurangan sampah dihulu, tidak hanya pengurangan sampah di hilir. Sedangkan untuk pengelolaan sampah, harus ada kesesuaian program pengelolaan sampah dengan neraca sampah dari pelaksanaan pengelolaan sampah,” tukasnya.(127)