DKPP Apresiasi Nelayan Pembuat Garam

=Foto : Kepala DKPP Benteng, Nirzawan SH MSi

PONDOK KELAPA, Bengkulu Ekspress – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) berkomitmen untuk mendukung kelompok nelayan wilayah Kecamatan Pondok Kelapa dalam membuat garam. “Sejauh ini, baru 1 kelompok nelayan yang berhasil melakukan uji coba pembuatan garam. Yaitu kelompon nelayan Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa. Mereka harus diberikan apresiasi (penghargaan,red),” kata Kepala DKPP Kabupaten Bengkulu tengah, Nirzawan SH MSi.

Sejauh ini, ungkap Nirzawan, DKPP baru bisa memberikan bantuan berupa dorongan serta motivasi untuk berkreasi. Ke depan, pihaknya akan memperjuangkan agar kelompk nelayan pembuat garam bisa mendapat bantuan materil. Yakni, tambahan dana untuk membeli sarana dan prasarana pendukung.

“Agar bisa membuat garam, kelompok nelayan paling tidak harus memiliki 1 unit tedmond, beberapa buah kolam terpal sebagai wadah penjemuran air laut menjadi garam serta plastik bening yang digunakan sebagai atap agar kolam tak bercampur air hujan. Setidaknya, kelompok nelayan diberi bantuan dana stimulan sebesar Rp 25 juta agar pembuatan garam bisa lebih optimal,” kata Nirzawan.

Dari kelompok nelayan Pekik Nyaring, papar Nirzawan, diketahui bahwa teknis pembuatan garam sangatlah sederhana. Nelayan hanya cukup memasukan air laut kedalam tedmon yang telah disiapkan. Selanjutnya, air laut yang berada di dalam tedmon akan dialiri ke 5 (lima) kolam yang telah disiapkan.

Masing-masing kolam memiliki ketinggian berbeda dengan perbedaan kedalaman 3 centimeter. Dimulai dari kolam paling atas yang memiliki kedalaman 15 centimeter, selanjutnya 12 Cm, 9 Cm, 6 Cm dan kolam terakhir yang berada di posisi terbawah memiliki kedalaman 3 Centimeter. Kemudahan dalam membuat garam ini diharapkan bisa diadopsi oleh para nelayan agar tak selalu bergantung pada hasil tangkapan.

Dalam kondisi cuaca ekstream dan angin kencang, harap Nirzawan, nelayan Kecamatan Pondok Kelapa tetap bisa berkarya dan mendapatkan penghasilan. “Kolam dibuat secara bertingkat dan terhubung dengan pipa. Kolam terakhir merupakan wadah untuk menjemur air laut menjadi garam. Syaratnya, ketinggian air harus tetap dipertahankan jangan sampai kurang dari 3 centimeter. Jika mendapat penyinaran yang cukup dari matahari, air laut akan berubah menjadi garam dalam tempo waktu kurang lebih 1 minggu,” demikian Nirzawan.(135