DKKB Raih Penghargaan Pantun Mutiara Indonesia

Ist/BE
Penyerahan anugerah penghargaan pemantun kehormatan sekaligus lima besar finalis peserta terbanyak like YouTube dan lima besar terbanyak pengirim pantun budaya untuk Bengkulu, diberikan langsung Wali Kota Batam pada malam Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia 2020, di Ballroom Golden Prawn, Bengkong, Kota Batam, Minggu malam (27/12/2020).

BENGKULU BE – Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu dan Dewan Kesenian Kota Bengkulu (DKKB) mendapat anugerah penghargaan pemantun kehormatan. Sekaligus lima besar finalis peserta terbanyak like YouTube dan lima besar terbanyak pengirim pantun budaya.

“Alhamdulillah, Kota Bengkulu berhasil meraih dua anugerah penghargaan pantun kehormatan yang diberikan pada Bu Kadis Disdik (Kepala Dinas Pendidikan) Dra Rosmayetti dan saya (ketua DKKB). Kita juga mendapat lima besar peserta terbanyak pantun dan disukai dalam konten medsos,” kata Ketua DKKB Ajalon Tarmizi pada BE via telepon Senin (28/12).

Anugerah tersebut diberikan langsung Wali Kota Batam pada malam Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia 2020, di Ballroom Golden Prawn, Bengkong, Kota Batam, Minggu malam (27/12/2020). Ajalon Tarmizi juga dianugerahi penghargaan sebagai Penulis Pantun Budaya Indonesia dalam ajang anugerah pantun Mutiara Budaya Indonesia tahun 2020, ia juga dinyatakan sebagai penerima anugerah terbanyak like YouTube.

“Alhamdulillah, selaku ketua kesenian kota Bengkulu kita berhasil meraih penghargaan ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, penganugerahan ini diikuti 32 daerah se-Indonesia. Ada 14 orang yang berhasil lolos dalam penulisan pantun kedaerahan tersebut. Di Bengkulu, berpantun tidaklah asing. Bahkan, budaya ini sudah lama diterapkan.Pada kesempatan ini, sedikitnya ada enam pantun yang ditulis yang berisi beberapa petuah dan promosi wisata.

Anugerah pantun mutiara Indonesia merupakan kali pertama digelar dan digagas Perkumpulan Rumah Seni Asnur (Perruas) Asrizal Nur. Ia berharap pantun di Bengkulu dapat kembali dilestarikan, karena pantun juga sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 17 Desember 2020.

“Mari kita lestarikan pantun dan semoga anugerah ini menjadi sebuah acuan untuk kita menunjukan budaya kita di luar daerah Bengkulu, dan memperlihatkan keragaman etnis/tradisi baik dalam bentuk kesenian, alat musik, makanan khas, pakaian adat dan wisata budaya yang terdapat di Bengkulu ketingkat nasional,” harapnya.

Kegiatan ini beber Ajalon, memiliki dampak positif dan harapan kami kedepan kegiatan ini melahirkan juga pemantun muda yang mengemas kalimat syair yang indah yang bermakna mengangkat sebuah kearifan lokal kota Bengkulu bahkan ke internasional.

“Insya Allah, pemerintah daerah mau merespon dan menjadikan agenda dan tentunya bekerja sama dengan Dewan kesenian kota Bengkulu. Mari lestarikan dan saya yakin kalau kita majukan kebudayaan, maka yang lain akan mengiringinya,” tandasnya.  (247)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*