Ditusuk, Petani Bersimbah Darah

korban penusukan
IST/Bengkulu Ekspress
DIRAWAT : Korban penusukan dirawat di rumah sakit umum daerah, pelaku berhasil dibekuk dan saat ini diamankan di Mapolsek Pino Raya.

PINO RAYA BENGKULU SELATAN, Bengkulu Ekspress – Nasib sial dialami Wahidin (50) warga Desa Air Kemang, Pino Raya. Pasalnya pria paruh baya yang berprofesi sebagai petani ini nyaris tewas akibat ditusuk pakai senjata tajam (sajam) jenis garpu oleh, Ja (63) warga setempat. Lidin (64) warga setempat yang merupakan saksi mata saat kejadian menuturkan, aksi penusukan tersebut terjadi, Senin (21/5) sekitar pukul 10.00 WIB di ataran sawah, Desa Air Kemang, Pino Raya.

Adapun kronologis kejadian berawal, saat itu korban pergi ke sawah, setibanya di sawah,korban melihat pelaku sedang mengacak-acak bibit padinya di lokasi pesemaian di sawahnya. Melihat hal tersebut, korban lalu menengur pelaku. Rupanya teguran korban ini membuat tersinggung lalu, pelaku marah-marah, kemudian langsung menusukan sajam kearah korban dan mengenai dada korban sebelah kiri dibawah ketiak Setelah itu korban langsung teriak.

“ Saya datang, disaat pelaku sudah ditindih korban, kemudian saya lerai dan pisau ditangan pelaku saya ambil kemudian saya buang,” ujar Lidin.

Setelah itu, sambung Lidin, tidak berselang lama, banyak warga berdatangan. Ada sebagian yang membawa korban ke rumah sakit dan ada yang membawa pelaku ke Kapolsek Pino Raya. Adapun keseharian pelaku, beber Lidin, sudah 3 tahun ini kondisinya seperti orang gila. “Pelaku ini sudah 3 tahun ini seperti orang gila, saat ini sudah kami serahkan ke Polisi untuk diproses lebih lanjut,” ujar Lidin.

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Rudy Purnomo SIK MH melalui Kapolsek Pino Raya, AKP Syafrizal mengatakan, Ja sudah diamankan di Mapolsek Pino Raya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Dari hasil keterangan warga, sambungnya, Ja sepertinya mengalami gangguan jiwa. Oleh karena itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit jiwa Bengkulu untuk mengecek kondisi korban.

“ Untuk memastikan apakah korban memang gila atau tidak, kami akan koordinasikan dengan pihak rumah sakit jiwa,” ujar Syafrizal. (369)