Dituntut Mundur, Bupati Dikirimi Ayam

TUBEI, BE –¬† Sebanyak 15 orang aktivis yang menamakan diri Front Aliansi Masyarakat Lebong, Senin (22/10) sekitar pukul 10.30 WIB kemarin mendatangi kantor bupati Lebong untuk menyampaikan beberapa tuntutan.

Diantaranya meminta Bupati Lebong, H Rosjonsyah SIP MSi dan Wakil Bupati, Panca Wijaya untuk mundur dari jabatannya, lantaran dinilai gagal memimpin Lebong dalam kurun waktu 2 tahun masa jabatannya.

Menariknya, setelah menyampaikan orasi selama sekitar 20 menit, korlap aksi, Khaidir menyerahkan 2 ekor ayam potong sebagai simbol ketertinggalan Kabupaten Lebong. “Lebong sekarang sama seperti ayam
sayur. Lamban, tidak ada kemajuan, masyarakat yang jadi sengsara.

Bukti kalau saudara Rosjonsyah dan Panca Wijaya tidak becus memimpin Lebong. Jika tidak sanggup, lebih baik mundur sekarang,” ujar Khaidir yang diiyakan oleh seluruh peserta demo.
Tak hanya itu, Khaidir menyampaikan sebagian besar demonstran adalah tim sukses bupati yang kecewa lantaran point-point yang bupati
sampaikan saat kampanye belum ada yang terealisasi. “Hingga saat ini,
nyaris tidak ada nyaris tidak ada kebijakan yang pro rakyat.

Pembangunan tidak berjalan dan bangunan-bangunan banyak terbengkalai dan tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami minta agar Pemkab segera menghentikan setiap pembangunan yang tidak menyentuh pada kepentingan warga,” tegas Khaidir.

Sayangnya, keinginan pengunjuk rasa untuk bertemu Bupati tidak dapat
terlaksana lantaran saat itu Bupati  dan Wabup tengah berada dinas di luar Kota.

Kedatangan mereka hanya disambut oleh Sekdakab Lebong Drs H Arbain Amaludin. “Saat ini Bupati dan Wabup sedang dinas luar, dan masih belum tahu kapan kembali. Namun tuntutan dan aspirasi rekan-rekan kita ini jelas akan kita sampaikan kepada beliau,” ujar
Sekda usai menerima 2 ekor ayam yang diserahkan pengunjuk rasa.

Sebelumnya, pengunjuk rasa tersebut mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lebong. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, terutama yang terkait dugaan korupsi pengerjaan proyek di Kabupaten Lebong. Tak hanya itu, dalam 20 tuntutan yang diajukan, salah satunya Dinas PU diminta memperbaiki WC dan cat tembok kantor dinas PU. “Bisa lihat sendiri bagaimana bentuk WC kantor ini, padahal ada anggaran belasan juta tahun 2011 lalu.

Dimana sekarang anggaran tersebut? Ini baru soal WC, bagaimana dengan proyek-proyek lain yang nilainya ratusan juta bahkan miliaran rupiah? Kami minta Kadis PU usut soal ini, jika tidak sanggup membereskan, silahkan mundur dari jabatan saudara,” ujar salah seorang dari 5 perwakilan pengunjuk rasa yang dibolehkan menemui Kadis PU di dalam ruangan.

Kadis PU Ir Syafrudin ABD menyampaikan, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti apa yang disampaikan pengunjuk rasa. “Dan saya bersedia mundiur jika memang kebijakan dari Bupati mengatakan saya
harus berhenti,” kata Syafrudin.

Berdasarkan pantauan di lapangan, jalannya unjuk rasa yang dikawal ratusan personil gabungan dari Polres,Polsek dan Satpol PP tersebut berlangsung tertib. Usai menyampaikan orasinya, massa membubarkan diri dengan tertib. (777)