Ditopang Energi dan Infrastruktur, Prospek Ekonomi Bengkulu Cerah

Endang Kurnia Saputra SE MBA Kpw Bank Indonesia Bengkulu
Endang Kurnia Saputra SE MBA Kpw Bank Indonesia Bengkulu

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Tumbuhnya investasi di Provinsi Bengkulu tentu akan menjadi semangat tersendiri bagi pemerintah daerah. Investasi energi mencapai triliunan rupiah sesuai dengan prioritas utama pada koridor wilayah Provinsi Bengkulu, yakni sebagai pusat produksi hasil tambang dan akan menjadi lumbung energi nasional serta mampu memberikan prospek yang cerah untuk berinvestasi di Provinsi Bengkulu nantinya.

Pengamat Ekonomi Bengkulu, Prof Lizar Alfansi SE MBA PhD mengungkapkan, tumbuhnya investasi khususnya investasi dibidang energi di Provinsi Bengkulu, tentu akan menjadi faktor penting dalam tumbuhnya perekonomian di provinsi Bengkulu.

“Nilai investasi yang mencapai triliunan rupiah mampu menjadikan Provinsi Bengkulu sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil tambang serta lumbung energi nasional yang mampu memberikan prospek yang cerah bagi para investor di Bengkulu,” ujar Lizar kemarin (4/11).

Prof Lizar Alfansi SE Pengamat Ekonomi
Prof Lizar Alfansi SE Pengamat Ekonomi

Lizar menilai, rencana pembangunan infrastruktur Jalan Tol yang akan di Bangun di Provinsi Bengkulu dengan jarak mencapai 95 Km dan pembangunan rel kereta api sejauh 114 Km akan membuat akses dengan provinsi tetangga menjadi lebih cepat. Bahkan akses tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu menjadi meningkat.

“Berbagai pembangunan yang dilakukan seperti jalan tol dan rel kereta api yang dilakukan akan mempercepat akses perekonomian dan mampu menumbuhkan perekonomian Bengkulu,” kata Lizar.

Menurut Lizar, Provinsi Bengkulu juga merupakan pusat sarana transportasi yang lengkap, baik udara, darat maupun laut. Dimana di Kota Bengkulu sudah ada Bandar Udara Fatmawati serta ada pula Pelabuhan Pulau Baai yang merupakan pelabuhan terbesar di Provinsi Bengkulu yang dikelola oleh PT Pelindo II.

“Berbagai sarana dan prasarana transportasi yang lengkap di Bengkulu tentunya tidak menyulitkan para investor untuk masuk ke Kota Bengkulu,” tutur Lizar.

Lebih lanjut, menurut Lizar, keberadaan Pelabuhaan Pulau Baai menjadi modal strategis untuk masuknya investasi ke Bengkulu. Sebab, selain didukung dengan luasnya lahan pelabuhaan, lokasinya juga dekat dengan pusat Kota Bengkulu.

Terlebih, kawasan pelabuhan itu ditarget akan terkoneksi dengan wilayah Sumatera bagian Selatan. “Keberadaan pelabuhan juga sudah tepat berada di Semudera Hindia, sehingga pengembanganya lebih terbuka dan akan terhubung dengan jaringan tol laut,” lanjut Lizar.

Tak hanya itu, dari sisi geografis, provinsi Bengkulu memiliki potensi alam yang begitu luar biasa. Banyak bahan tambang mulai dari Batubara hingga biji besi. Selain itu, sarana dan prasarana untuk mencapai lokasi juga telah mendukung.

ProspekSelain itu terdapat juga potensi investasi yang berlimpah di Provinsi Bengkulu, baik itu potensi pekerbunan, pertanian, holtikultura, perikanan tangkap dan tawar, bidang energi terutama geothermal, pariwisata, perhotelan dan banyak lagi yang lainnya. “Dari sisi geografis, potensi alam dan investasi di Bengkulu sangat baik. Banyaknya potensi tersebut diharapkan akan mendorong perekonomian di Provinsi Bengkulu,” tukas Lizar.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Endang Kurnia Saputra SE MBA mengungkapkan, 80 persen pertumbuhan ekonomi di Bengkulu masih ditopang oleh faktor konsumsi, bukan produksi. Dari 80 persen itu, sebanyak 65 persen adalah konsumsi rumah tangga, sisanya, konsumsi pemerintah dan masih kecilnya sektor produksi.

“Sejauh ini sektor produksi masih kecil, pertumbuhan sektor ini memang perlu digenjot lebih maksimal,” ujar Endang.

Endang menilai, dengan hadirnya investor ke Provinsi Bengkulu akan mampu meningkatkan sektor produksi mulai dari sektor pertambangan, pekebunan, pertanian, holtikultura, perikanan tangkap dan tawar, bidang energi dan pariwisata.

“Masuknya investor ke Bengkulu akan sangat mendorong potensi Bengkulu menjadi lebih baik, sebab Bengkulu memang belum maksimal dalam pengelolaan investasinya,” sambung Endang.

Terakhir Endang mengatakan, jika proyek pembangunan jalan tol dan rel kereta api serta perluasan wilayah pelabuhan dan Bandara udara Fatmawati segera direalisasikan maka akses barang dari berbagai daerah akan semakin dekat hingga pada akhirnya akan menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi.

“Berbagai pembangunan sarana transportasi diharapkan mampu mempermudah akses ke Bengkulu dan memudahkan para investor untuk mengembangkan investasinya di Bengkulu keadaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Bengkulu,” tukasnya.(999)