Ditodong Senpi, Kerbau Disikat

Ary, KOrban Curnak
Korban pencurian saat menunjukkan kandang tempat keempat pelaku mencuri kerbau miliknya. (Foto ARY/BE)

 CURUP, BE – Aksi pencurian ternak (Curnak) di Kabupaten Rejang Lebong mulai marak terjadi. Seperti yang terjadi pada Sabtu (4/6) dini hari, bahkan pelakunya menggunakan Senpi dalam menjalankan aksinya.

Ternak yang diambil tersebut adalah jenis kerbau milik Aswari (39) warga Desa Dusun Sawah Kecamatan Curup Utara. Dalam melakukan aksinya pelaku Curnak yang berjumlah empat orang juga membawa satu unit mobil untuk memudahkan aksinya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Bengkulu Ekspress, aksi pencurian kerbau tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu korban terbangun dari tidurnya setelah mendengar adanya suara berisik dari bagian belakang rumahnya.

Saat itu korban langsung keluar, saat keluar tersebut korban melihat ada dua orang yang tengah menghidupkan senter. Saat itu salah seorang pelaku langsung berbicara kepada korban dengan berpura-pura menanyakan jalan keluar dari kawasan Desa Dusun Sawah karena ada aksi pencurian kendaraan bermotor di kawasan tersebut.

Korban yang tidak curiga langsung menuruti permintaan kedua pelaku. Saat hendak mengantar kedua pelaku tersebut, korban mendengar ada suara berisik dari dalam kandang kerbau miliknya. Korban yang penasaran langsung berusaha menuju kandang miliknya.

Hanya saja, saat hendak menuju kandang kerbau miliknya tersebut, salah seorang pelaku langsung menodongkan senjata api ke arah leher korban. Karena dalam ancaman senjata api kemudian korban pasrah melihat keempat pelaku yang menggunakan dua mobil mengangkut kerbau miliknya.

Sementara itu, terkait dengan insiden pencurian tersebut, Kapolres Rejang Lebong AKBP Dirmanto SH SIK melalui Kasat Reskrim AKP Chusnul Qomar SH SIK menyatakan saat ini pihaknya tengah memburu para pelaku yang diketahui menggunakan kendaraan minubus jenis Avanza dan Pick Up.

“Diduga kuat para pelaku pencurian ternak ini merupakan pemain lama,” tegas Chusnul.

Menurut Chusnul, diduga kuat adanya aksi pencurian ternak ini seiring dengan meningkatnya harga daging menjelang bulan puasa ini. Oleh karena itu ia meminta kerjasama semua pihak terutama pemilik ternak untuk meningkatkan pengawasan sehingga tidak menjadi korban Curnak.(251)