Ditinggal Istri, Suami Tenggak Racun

ilustrasi-racun
foto:ist

ILIR TALO,Bengkulu Ekspress – Diduga shok akibat istrinya Ri (18) meninggalkannya. Sang istri memilih pulang ke rumah orang tuanya. Membuat SK (20), warga Dusun Baru, Kecamatan Ilir Talo, berbuat nekat mengakhiri hidupnya. Dengan meminum racun rumput jenis Gramoxon. Ulah nekat ini dilakukan korban sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu (29/9). Akibatnya, korban mengalami kejang dan sempat tidak sadarkan diri.

Beruntung bibi korban SK, ZN (40) cepat mengetahui dan melihat korban yang sudah tak sadarkan diri tersebut. Kemudian, langsung membawa Ri ke RSUD Tais, untuk mendapatkan pertolongan medis.

‘’Saya lihat korban sudah terkapar. Lalu saya panggil keluarga dan langsung dibawa ke RSUD Tais,’’ kata ZN, kemarin (30/8).

Menurut keterangan ZN, pemicu utama korban berbuat nekat mengakhiri hidupnya tersebut. Korban dan istrinya sempat terlibat cekcok mulut sehari sebelumnya, namun sempat didamaikan. Rupanya tanpa sepengetahuan korban, pada Rabu (29/8), sang istri pulang ke rumah orang tuanya ke Desa Tanah Abang, Kecamatan Ilir Talo. Korban saat itu sedang bekerja merontok Padi di sawah miliknya. Saat pulang ke rumah sorenya, dia terkejut mendapati istrinya sudah tidak ada lagi. Korban yang panik dan putus asah, lalu mengambil racun rumput Gramoxon yang ada di rumahnya, lalu meminumnya.

‘’Kalau sebab mereka ribut, saya tidak tahu, Pak. Korban nekat minum racun rumput tersebut, karena syok melihat istrinya sudah tidak ada lagi di rumah,’’ terang ZN.

Setelah dilakukan perawatan oleh tim medis RSUD Tais. Pencucian lambung untuk mengeluarkan racun yang ada ditubuh korban. Kondisi korban mulai membaik dan sudah diperbolehkan pulang.

Kapolres Seluma AKBP Jeki Rahmat Mustika SIk melalui Kapolsek Talo Iptu Sodri mengatakan, karena peristiwa itu masalah keluarga, dirinya menyarankan agar diselesaikan secara kekeluargaan juga.

‘’Kalau kami siap untuk memproses perkara ini, namun karena masalah keluarga. Kami sarankan diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak. Kalau memang dibutuhkan untuk menengahi ataupun menfasilitasi kami juga siap,’’ singkatnya.(333)