Ditemukan Tewas Tergantung

Warga gantung diri saat dibawa ke TPU Keluarga untuk dikebumikan.
Warga gantung diri saat dibawa ke TPU Keluarga untuk dikebumikan.

LUBUK SANDI, Bengkulu Ekspress– Warga Desa Arang Sapat, Kecamatan Lubuk Sandi, kemarin (6/3), sekitar pukul 21.00 WIB, mendadak heboh. Pasalnya, warga setempat Hamdan Suandi (26) ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di pondok kebun karet dengan menggunakan tali nylon bekas jemuran. Diperkirakan korban sudah meninggal dunia sejak sore hari pukul 15.30 WIB.

Data berhasil di himpun Bengkulu Ekspress, korban selama ini bekerja di kebun milik Joyo (41), warga Desa Arang Sapat. Korban selama ini bekerja sebagai tukang sadap karet. Dari pondok tempat korban ditemukan tewas berjaral sekitar 2 Km dari pemukiman warga Desa Arang Sapat.

Korban biasanya pulang pergi ke pondok dengan berjalan kaki setiap harinya. Hanya saja pada hari kejadian tersebut hingga Maghrib tiba, korban belum juga pulang ke rumahnya. Hal itu membuat keluaga korban khawatir dan memutuskan mencari keberadaan korban ditempat dia biasa menyadap karet.

Keluarga korban dibantu warga melakukan pencarian termasuk ke pondok. Aawalnya warga tidak curiga sebab pondok terkunci dari luar. Setelah mencari keliling kebun dan tidak menemukan korban, maka warga dan keluarga memutuskan kembali ke Pondok tempat biasanya korban beristirahat tersebut. Sesampainya di pondok keluarga serta warga sepakat menjebol pintu pondok. Setelah pintu terbuka terlihatlah tubuh korban sudah dalam keadaan tergantung dengan tali niyon mengikat lehernya di pondok tersebut.

“Pada saat ditemukan korban dipastikan sudah dalam keadaan meninggal dunia (MD). Di dalam pondok masih dijumpai nasi bekal yang belum dimakan oleh korban,” kata Kapolres Seluma, AKBP Jeki Rahmat Mustika SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Margopo dan Paur Humas Ipda Agus kepada Bengkulu Ekspress.

Saat hari kejadian itu, meski berada di kebun, korban tidak menyadap karet. Karena tidak terlihat ada bekas di pohon yang disadap korban.

Dari keterangan keluarga bahwa korban sebelumnya tidak ada keluhan apapun. Namun keluarga sudah mengikhlaskan kejadian tersebut sehingga langsung memutuskan untuk membawa jenazah korban kerumah duka yang selanjutnya korban dimakamkan di TPU desa tersebut.

“Keluarga korban sudah ikhlas atas meninggalnya korban dan menerima akan kejadian ini,” pungkasnya. (333)