Ditemukan Bus Tak Layak Angkut Penumpang

Bengkulu
RIO/BE HARUS AMAN: Tim gabungan dari Dirlantas Polda Bengkulu dan Dishub Provinsi dan Kota Bengkulu melakukan sidak kelayakan bus ke sejumlah loket bus AKAP dan AKDP, Rabu (24/5).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi bersama Ditlantas Polda Bengkulu menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah loket bus di Kota Bengkulu, Rabu (24/5).

Sejumlah loket bus yang didatangi itu adalah PO Bus Rafflesia, PO Bus SAN, PO Bus Putra Simas dan PO Bus Sriwijaya. Hasilnya, tim gabungan itu menemukan beberapa bus, baik Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun antar Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) tidak layak angkut penumpang.

Seperti ditemukan ban rusak tambalan, kaca depan pecah, izin kendaraan yang balum diperbaharui serta kelengkapan kendaraan lainnya.

Kepala Dishub Provinsi Bengkulu, Ir Bambang Budi Djatmiko MM mengatakan, jika dibiarkan, maka pemprov akan memberikan tidak tegas untuk melarang PO Bus mengangkut penumpang saat arus mudik nanti.

“Sekarang baru kita beri peringatan. Nanti jika masih ketemu dijalan akan kita tilang, jika dilanggar lagi kita akan larang angkut penumpang. Dikhawatirkan akan membahayakan penumpang nantinya,” ujar Budi kepada BE.

Budi menegaskan, sidak ke loket bus itu dilakukan sebagai bentuk imbauan kepada pihak perusahaan untuk mengedepankan keselamatan penumpang. Terlebih sidak sendiri dilakukan sebelum memasuka bulan Ramadhan. Meski demikian, sidak nantinya akan kembali digelar rutin, khususnya menjelang mudik lebaran.

“Kita akan rutin untuk memantau ke setiap PO Bus. Jadi ketika nanti kita melakukan tidakan, tidak lagi ada alasan tidak kita beri imbauan,” tambahnya.

Tak hanya untuk kendaraam saja, bagi sopir bus nantinya juga akan dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan tes urine. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penggunaan obat-obat terlarang.

“Tes urine juga akan kita lakukan. Nanti akan langsung bekerjasama dengan instansi terkait,” beber Budi.

Untuk pelaksanaanya, Budi menegaskan akan dilakukan secara dadakan. Sehingga nantinya akan dapat diketahui sopir mana yang sering memakai obat-obatan terlarang dan tidak.

“Kita lakukan secara dadakan saja nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Bengkulu, Kompol Herman Priyanto menegaskan tes urine bagi sopir akan dilakukan secara dadakan untuk menciptakan pengemudi kendaraan berkeselamatan.

Ditegaskannya, semua kelengkapan kendaraan juga harus diutamakan. Baik kelengkapan safety pengamanan kendaraan maupun surat-surat kendaraan. Sehingga nanti ketika didalam perjalanan tidak menggangu para penumpang.

“Kita¬† minta semua harus dilengkapi. Kalau tidak ya jelas nanti akan kita tindak,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Administrasi PO Rafflesia, Lusi Erianti menjelaskan kendaraan yang masih tidak lengkap seperti kondisi ban maupun kelengkapan lainnya itu masih dalam masa perbaikan. Pihaknya berjanji akan tetap melakukan penggantian kelengkapan kendaraan yang rusak.

“Seperti ban itu baru mau kita lakukan perbaikan. Nanti kita ganti semua ban yang baru,” jelas Lusi.

Lusi menegaskan pihaknya akan tetap mendukung sidak dilakukan. Hal itu juga sebagai antisipasi atas kurangnya kelengkapan kendaraan. Termasuk tes urine juga sangat penting untuk dilakukan.

“Setuju sekali kalau mau tes urine. Kalau nanti ketahuan ada yang terbukti akan kita berhentikan jadi sopir,” ungkapnya.

Untuk sementara ini, lanjutnya keberangkatan penumpang masih normal seperti biasanya. termasuk tarif juga belum dilakukan kenaikan. Sebab, ramainya arus mudik akan terjadi pada H-7 maupun H+7.

“Kalau untuk ongkos biasanya nanti akan naik. Kenaikannya biasanya dari 25 persen sampai 30 persen. Tapi masih menunggu dari keputusan Organda nantinya,” pungkas Lusi. (151)