Ditengah Pandemi Covid-19, Harga Sawit di Mukomuko Bertahan Tinggi

Foto B.
BUDI/BE
Petani di Kabupaten Mukomuko ketika memanen buah sawit di kebun miliknya.

MUKOMUKO, bengkuluekspress.com– Tingkat perekonomian masyarakat khususnya petani sawit di Kabupaten Mukomuko dinilai masih cukup stabil. Pasalnya harga buah sawit yang dibeli pabrik masih bertahan cukup tinggi. Pabrik PT Sapta membeli buah sawit petani sebesar Rp 1.880, PT KSM Rp 1.920, PT MMIL Rp 1.920, PT SSS Rp 1.890, PT SAP Rp 1.890, PT KAS Rp 1.920, PT BMK Rp 1.970, PT GSS Rp 1.970/ Kg. Dan harga tertinggi dibeli PT USM sebesar Rp 2.070/kg. “Terhitung Rabu (9/6) kemarin, harga pembelian buah sawit oleh pabrik pengolahan minyak mentah atau CPO, tertinggi sebesar Rp 2.070/kg di PT USM,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Apriansyah melalui Kepala Seksi Perizinan, Kemitraan Budi Daya Tanaman Perkebunan, Sudiyanto.

Ia menyebutkan, harga-harga tersebut, baru bisa didapat petani sawit jika buah hasil panen petani dijual langsung ke pabrik. Jika dijual melalui toke sawit, harga jualnya lebih murah atau dibawah dari harga pabrik.
“Jika petani menjual melalui toke, selisih harganya antara Rp 150 – 200/kg, masyarakat diimbau memanfaatkan harga yang saat ini lumayan tinggi,” katanya.

Masih bertahan cukup tingginya harga buah sawit dipengaruhi harga CPO di pasaran dunia mahal, maka berdampak pada mahalnya harga sawit khususnya di Kabupaten Mukomuko. Jika harga minyak mentah di pasaran dunia murah, harga sawit juga akan mengalamip penurunan dan berdampak langsung ke petani sawit.(900)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*