Ditabrak Truk, Warung Makan Ambruk

Laka Gunung (2)
TABA PENANJUNG, BE – Kecelakaan lalu lintas kemarin (28/1) terjadi di ruas Jalan Raya Gunung Kecamatan Taba Penanjung, Bengkulu Tengah. Sebuah truk fuso roda enam bermuatan teh botol menabrak warung makan di kilometer 45.
Akibatnya, warung makan ukuran 4 x 10 meter persegi hancur lebur. Sementara seisi fuso, 1.000 kras teh botol yang dibawa dari Palembang tumpa ruah. Sementara truk tersebut pun terbalik. Kecalakatan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.
Kronologis kejadian bermula dari truk dengan Nopol B 9274 XO dikemudikan Endang Andriyanto (38) warga Kota Palembang, melaju dari arah Kepahiang menuju Kota Bengkulu. Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan kondisi jalan menikung dan turunan. Laju kendaraan tidak seimbang sehingga tidak dapat dikendalikan. Sopir kemudian membelokan stir kendaraanya sebelah kiri, sehingga menghantam dua uni sepeda motor yang tengah parkir dipinggir jalan.
Meski sudah menghamtam sepeda motor, laju truk belum juga terhenti. Sehingga menghamtam rumah makan Yan (40) sehingga hancur. “Ya kecelakaan tadi siang, kendaraan telah kita evakuasi dan supir kendaraan truk sudah kita amankan di Mapolsek,” jelas Kapolres Bengkulu Utara AKBP Hendri H Siregar SH MH melalui Kapolsek Taba Penanjung AKP Risdianta SH.
Dijelaskan Kapolsek, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat adanya kecelakaan dikawasan gunung, jajarannya langsung menuju lokasi kejadian. Dengan sigap anggota polsek mengatur arus lalulintas dipegunungan agar tidak terjadi kemacetan, karena banyak antisias warga yang berhenti untuk melihat kejadian.
“Kita masih selidiki penyebab kecelakaannya, kita sudah melakukan pengecekan di lokasi kejadian,” ungkap Kapolsek.
Kapolsek AKP Risdianta SH langsung terjun kelapangan untuk melakukan olah TKP agar mengetahui pasti penyebab dari kecelakaan yang menghancurkan warung makan dan sepeda motor tersebut. Beruntung dalam kecelakaan naas ini tidak ada korban jiwa, karena pemilik warung dan pemilik kendaraan yang sedang beristirahan dilokasi berhasil menghindar dari hantaman truk bermuatan berat tersebut.
“Sepeda motor yang rusak berat, korban jiwa nihil. Sedangkan warung makan yang ditabrak, ambruk,” ujar Kapolsek.

Rem Blong
Sementara itu, sopir truk, Endang menuturkan, kecelakaan disebabkan oleh kendaraanya blong. Sehingga tidak dapat dikendalikan lajunya saat melewati tikungan tajam yang berada di TKP. Truk fuso bermuatan 24.000 botol teh sosro asal palembang dengan tujuan gudang sosro Kota Bengkulu tidak dapat dihentikan sehingga, menghantam dua sepeda motor dan warung makan (Lesehan) milik Iyan (25) warga Taba Penanjung.
“Tadi remnya tidak berfungsi, meski sudah ditekan namun kendaraan tetap melaju,” elak Endang.
Penuturan pemilik Lesehan, kendaraan yang mengalami kecelakaan melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Kabupaten Kepahiang. Meskipun sudah mengerem namun laju kendaraan tidak seimbang, sehingga truk terguling dan menghantam sepeda motor serta warung lesehaan dilokasi kejadian.
“Sudah terdengar bunyi remnya kecang sekali. Namun truknya tidak terkendali hingga menbrak dan terguling,” tutur Iyan.
Sementara itu, pemilik sepeda motor Oby (18), Meta (21) dan Gunawan (24) enggan memberikan keterangan kepada media terkait dengan kecelakaan yang dialaminya. Korban mengalami luka ringan tersebut sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Taba Penanjung untuk mendapatkan pertolongan medis, ketiganya hanya mengalami luka ringan sehingga diperbolehka pulang.
“Korbannya luka ringan, tadi sudah dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan pertolongan medis,” tegas Kapolsek. (320)