Ditabrak ABG, Nenek Tewas

LEBONG SAKTI, BE – Belum 24 jam kejadian tewasnya pengendara motor Rike (17), warga Desa Payambik yang menabrak Mitsubishi Dum Truck pengangkut aspal Senin (26/11)  lalu, Selasa (27/11) kemarin sekitar pukul 07.00 WIB giliran Suarni (55), warga Desa Ujung Tanjung 1 Kecamatan Lebong Sakti yang tewas ditabrak motor yang dikendarai SH (14), siswa SMPN 1 Bingin Kuning yang merupakan warga Desa Bungin Kecamatan Bingin Kuning.

Berdasarkan keterangan Sh saat ditanyai anggota Lantas, kronologis kejadian tersebut terjadi saat Sh bersama adiknya Jemi (11) berangkat dari rumah sekitar pukul 06.45 WIB ke sekolah.

Sebelum ke sekolah Sh menjemput temannya di Desa Ujung Tanjung I yakni Dodi (14), setelah menjemput temannya Sh yang berbonceng tiga tersebut terlihat terburu-buru hendak menuju ke sekolahnya. Namun tidak jauh dari rumah temannya, terlihat korban yang sedang menyeberang jalan, dari arah kanan motor melaju. Saat korban menyebrang itulah datang dari arah ujung Tanjung menuju Talang Leak motor korban dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak korban hingga korban terpental sejauh sepuluh meter.

Mengetahui kejadian tersebut, warga langsung membawa korban dan pengendara motor tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong untuk mendapatkan perawatan medis. Korban mengalami luka lecet di sekujur tubuhnya dan diduga kepalanya sempat menghantam aspal hingga mengalami keretakan di tulang belakang kepala.
Kemudian S hsendiri mengalami luka dibagian wajah, tangan dan kakinya. “Korban sempat dirawat di RSUD Lebong, namun akhirnya korban menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 11.30 WIB di RSUD Lebong dan diduga akibat benturan di kepalanya. Sedangkan Sh masih menjalani perawatan di RSUD Lebong dan 2 orang lainnya yang dibonceng tidak mengalami luka,” jelas Kapolres Lebong AKBP Drs Supriadi melalui Kasat Lantas Iptu Yus Ade Elisia SH kepada wartawan kemarin.

Selain itu, dikatakan Yus Ade, hingga saat ini petugas dari Sat Lantas Polres Lebong cukup kesulitan untuk mencari barang bukti motor yang digunakan Sh tersebut. Diduga kendaraan tersebut telah disembunyikan sebelum anggota Satlantas tiba ke Lokasi kejadian.
Untuk itu, pihaknya berharap kepada warga dan Kepala Desa setempat untuk dapat bekerjasama untuk membantu menemukan barang bukti kendaraan tersebut. “Kita hanya ingin mengamankan barang bukti tersebut serta melakukan penyelidikan serta sebagai syarat untuk mengurus asuransi jiwa korban dan pengendara terkait kecelakaan yang terjadi tersebut. Untuk itu, kita harapkan kerjasama dari pihak Desa serta warga untuk mencari barang bukti tersebut,” pungkas Yus Ade.(777)