Distanak Basmi Ulat Bulu

BENGKULU, BE – Semakin meluasnya penyebaran ulat bulu di RT 10 RW 4 Kelurahan Malabero mendapat perhatian khusus dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu. Kemarin (15/5) sekitar pukul 09.30 WIB, Distanak membasmi semua ulat yang keluar dari semak kayu Siap di kawasan tersebut dengan menyemprotkan Kajora, racun pembunuh ulat. “Penyemprotan menindaklanjuti laporan dari masyarakat, bahwa keberadaan ulat ini telah mengganggu kenyamanan warga sekitar,” kata Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Distanak Kota Bengkulu, Fahmi Nuh. Ia menjelaskan, kemunculan ulat tersebut tidak terlalu membahayakan bagi manusia, namun cukup mengganggu jika telah merayap masuk ke dalam rumah dan menyentuh pakaian sehingga dapat menimbulkan efek penyakit kulit. “Kalau bagi orang dewasa hanya menimbulkan gatal-gatal, namun bagi anak-anak yang memiliki kulit sensitif bisa menimbulkan infeksi” ujarnya. Munculnya ulat tersebut berasal dari semak-semak kayu Siap yang memang disukai oleh ulat berbulu. Untuk itu, ia menghimbau agar warga setempat selalu membersihkan lingkungannya dan tidak membiarkan kayu Siap tersebut untuk hidup. “Ulat seperti ini paling suka hidup di semak kayu Siap, untuk itu saya mengimbau agar masyarakat selalu membersihkan lingkungannya untuk menghindari kemunculan dan penyebaran ulat berbulut seperti ini,” pintanya. Mengenai cara membasmi ulat, Fahmi Nuh menjelaskan tidak ada kecuali dengan melakukan penyemprotan racun ulat, dan membersihkan tempat munculnya ulat tersebut. Senada juga disampaikan Camat Teluk Segara, Khairul Saleh SSos yang juga ikut dalam kegiatan tersebut. Khairul mengatakan pihaknya baru mendapatkan laporan terkait kemunculan ulat tersebut beberapa hari lalu, dan langsung dilaporkan ke Distanak untuk dilakukan pembasmian.Selain itu, ia juga mengimbau agar warga setempat tidak membiarkan semak hutan tumbuh di sekitar pemukiman tersebut, karena bisa menyebabkan ulat tersebut kembali muncul. “Bersihkan setiap sudut pekarangan rumah kita, dan jangan biarkan kayu seperti ini tumbuh didekat rumah karena kayu Siap seperti ini merupakan tempat empuk bagi ulat untuk berkembang biak,” paparnya. Sementara itu, Ketua RT 10 Andri mengungkapkan sangat berterima kasih atas kepedulian pemerintah dengan turun langsung melakukan penyemprotan. Dan ia pun berharap setelah penyemprotan, ulat tersbeut tidak muncul lagi. “Selama 1 minggu lebih ini kami ditakuti dan dicemasi munculnya ulat bulu ini, dan kami brharap agar ulat tersebut tidak muncul lagi setelah penyemmprotan sehingga roda kehidupan masyarakat di Kota Bengkulu semakin aman dan tentram. (400)